Permintaan pihak Tiongkok terhadap impor batubara termal Indonesia semakin menunjukkan peningkatan. Prospek ekspor Indonesia ke Tiongkok kedepannya juga terlihat positif. Itu kesan yang APBI dapatkan sewaktu mengikuti acara China International Coal Trade Fair 2023 tanggal 14 Desember di kota Xiamen provinsi Fujian China.  Acara tahunan yang kedua tersebut diselenggarakan oleh China National Coal Association (CNCA) bekerjasama dengan China Coal Transport Distribution Association (CCTDA) dan China Import Coal Trade Commission (CICTC) serta dukungan dari pihak Mysteel, salah satu perusahaan analis pasar dan harga komoditas terkemuda di Tiongkok.

Sebagai informasi, acara China International Coal Trade yang pertama tahun 2021 diselenggarakan bulan November 2021 di Kota Nanning yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan serta Dubes RI untuk China dan Dubes China untuk Indonesia. Pada acara tahun 2021 ditandatangani MoU kesepakatan antara APBI-ICMA dengan CICTC untuk kerjasama peningkatan pasokan Batubara.

Acara China International Coal Trade Fair di Xiamen dihadiri oleh lebih dari 1000 orang peserta. Adapun pembicara dari luar Tiongkok yang diundang adalah dari Indonesia yaitu  Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Dr. Lana Saria yang memaparkan mengenai Kebijakan Batubara Nasional Indonesia dan APBI-ICMA yang diwakili Hendra Sinadia Direktur Eksekutif yang menyampaikan mengenai overview industri pertambangan nasional. Selain itu narasumber yang lain dari Asosiasi Pertambangan Mongolia serta narasumber dari Rusia menyampaikan outlook penambangan di negara-negara masing serta kesiapan dalam memenuhi permintaan dari Tiongkok.

Dari beberapa paparan narasumber asal Tiongkok, seperti antara lain dari Mysteel dan CCTDA, permintaan impor Batubara di Tiongkok diperkirakan terus menguat di 2024 dan 2025. Semakin menguatnya Consumer Price Index (CPI) Tiongkok menjadi salah satu indikator bahwa Pembangunan industrialisasi di negara Tiara Bambu tersebut akan lebih bagus di 2024. Meskipun produksi output lokal terus meningkat, Dimana tahun ini produksi Tiongkok akan melebihi 4.3 miliar ton, tetapi impor Batubara termal terutama dari Indonesia juga mengalami peningkatan.

Didorong oleh adanya keinginan dari pihak CICTC untuk memastikan jaminan pasokan jangka panjang dari Indonesia, maka CNCA, CCTDA, dan CICTC memperkenalkan proyek yang dinamakan Priority Channel. Wacana proyek tersebut disampaikan oleh mitra APBI dari Tiongkok tersebut dalam diskusi internal yang dihadiri oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM. APBI-ICMA menyambut baik wacana tersebut dan telah memfasilitasi pertemuan pendahuluan wakil dari CICTC dalam hal ini Jason Ping Bo di Jakarta November 2023 yang lalu.

Selain melakukan pembicaraan untuk akses pasar ke pihak end user (perusahaan pembangkitan) di Tiongkok yang diwakili oleh pihak CICTC, APBI-ICMA juga dalam paparan dari acara Coal Trade Fair mengharapkan dukungan dari investor Tiongkok untuk berinvestasi di kegiatan Peningkatan Nilai Tambah (PNT) Batubara, baik melalui gasifikasi, liquefaction, dll. Kehadiran APBI-ICMA dengan dukungan dari Kementerian ESDM merupakan upaya positif untuk terus menjalin hubungan yang positif antara eksportir dari Indonesia dan buyer dari Tiongkok.