Pertemuan APBI ICMA dengan INSA

Pertemuan APBI ICMA dengan INSA pada tanggal 14 Maret 2018, pertemuan ini dihadiri oleh staff eksport produk industri dan pertambangan kementerian perdagangan yaitu Pak Agung Budianto dan Ibu Erna, dan salah satu staff pembinaan pengusahaan batubara kementerian ESDM yaitu Pak Hersanto S. Pertemuan ini dimaksud untuk memberikan pandangan dan mencari win win solution antara APBI ICMA dan INSA terkait Permendag ini. Dalam rapat ini disampaikan bahwa berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh Lembaga Surveyor, akhirnya didapatkan berapa jumlah produksi ekport kita selama tahun 2017 dan berapa kapal yang kita miliki sampai ditahun 2017 lengkap dengan tipe kapalnya. Jumlah produksi eksport kita di tahun 2017 sebesar 308.015.289 Ton, jumlah kapal yang berbendera Indonesia adalah 72 Kapal. Data kapal yang digunakan dari Lembaga Surveyor ini merupakan data kapal yang existing, karena banyak sekali kapal yang sudah berganti nama sepanjang tahun 2017 yaitu sebanyak 300 kapal yang berubah nama. Perbandingan kapal yang dimiliki oleh Indonesia ini memang lebih banyak dibandingkan Malaysia, Malaysia hanya memiliki total 35 kapal saja yang terdiri dari 3 vessel dan 32 barge. Namun Indonesia kalah jauh dibandingak singapura yang meiliki total 209 kapal yang terdiri dari 182 vessel dan 72 barge. Selanjutnya dijelaskan tentang Posisi APBI-ICMA yang sangat mendukung Pemerintah dalam kebijakan kapal Nasional ini, namun mungkin perlu dipertimbangkan lagi, karena Perusahaan Batubara Indonesia baru saja shock setelah diberlakukannya Kepmen ESDM No 1410/2018 tentang Penetapan Harga Jual Batubara dalam Negeri. Karena jika diberlakukan lagi Permendag No. 82/2017 dalam waktu dekat ini maka akan mempengaruhi Bisnis Batubara Indonesia, perusahaan pun banyak yang memiliki kontrak FOB jika berubah ke CIF maka tidak menutup kemungkinan para pembeli itupun membeli dari Negara lain. Sedangkan Posisi INSA mengatakan siap untuk menjalani Permendag No. 82/2017 ini. INSA bahkan mengatakan bahwa target mereka bila ini berjalan adalah akan menaikan kapal untuk eksport di pasar ASEAN sebanyak 3% untuk tahun 2018 dan akan terus bertahap setiap tahunnya.

Related Regular News: