PLN dan Pengusaha Tambang Rundingkan Harga Batu Bara untuk Pembangkit

PLN dan Pengusaha Tambang Rundingkan Harga Batu Bara untuk Pembangkit
Jakarta,APBI-ICMA : Beritasatu.com 5-2-2018 memberitakan bahwa Belum tercapai kesepakatan antara pelaku usaha batu bara dengan PT PLN (persero) terkait harga khusus batu bara pembangkit listrik. Namun kedua belah pihak memiliki semangat yang sama guna mencapai harga yang berkeadilan. Pekan depan akan ada lagi pertemuan yang membahas ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumpulkan pengusaha batu bara antara lain Presiden Direktur & CEO PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Direktur Utama PLN Sofyan Basir serta Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia. Pembahasan yang berlangsung di kantor Kementerian ESDM itu berlangsung tertutup bagi awak media. Garibaldi mengatakan Menteri ESDM memberi arahan agar pelaku usaha dan PLN mendapatkan harga batu bara yang terbaik bagi kedua belah pihak. Dia bilang dalam pertemuan tadi belum dicapai kesepakatan terkait harga. "Nanti Insha Allah Rabu pekan depan dikumpulkan lagi," kata Garibaldi ditemui usai pertemuan di Jakarta, Senin (5/2). Dia mengungkapkan bukan perkara mudah untuk mendapatkan harga batu bara yang terbaiknya. Pasalnya ada sejumlah faktor yang bakal kena imbas dari penetapan harga tersebut. Dia menyebutkan harga batu bara berkorelasi dengan royalti, pajak dan penerimaan negara. "Tapi spiritnya kami sangat paham, untuk mencarikan solusi. Sehingga, tentunya PLN tidak berat, tapi juga di perusahaan tambang enggak berat," ujarnya. Harga batu bara khusus ini berlaku bagi alokasi dalam negeri (domestic market obligation/DMO). Besaran DMO sudah ditetapkan pemerintah sebesar 25 persen dari total produksi batu bara nasional. Selama ini jual beli batu bara DMO merujuk pada Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian ESDM. Adapun formula HBA merujuk pada harga indeks pasar batu bara dunia. Garibaldi menuturkan bila batu bara DMO tidak merujuk pada HBA maka akan dua harga yang berbeda untuk komoditas yang sama. Menurutnya hal tersebut bisa membuat terjadinya penyelundupan batu bara. Potensi-potensi seperti ini juga yang menjadi pertimbangan dalam mencari harga yang terbaik. Dia menyebut sudah ada beberapa alternatif usulan. Namun hal tersebut belum bisa dipaparkan terlebih dahulu lantaran akan dibahas internal antara PLN dan pelaku tambang. "Alternatifnya banyak, sampai pak Menteri bilang, pokoknya rundingkan dulu deh," ujarnya. Penetapan harga khusus ini lantaran Kementerian ESDM berencana merevisi formula tarif listrik pelanggan non subsidi (tarif adjusment). Dalam formula tarif itu nantinya memasukkan komponen harga batu bara. Pasalnya komposisi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sudah mencapai 60 persen. Bila harga batubara merujuk pada harga pasar maka bisa membebani masyarakat. Mengingat pada saat ini harga batu bara hampir menyentuh US$ 100/ton. Sumber : http://www.beritasatu.com/bisnis/476946-pln-dan-pengusaha-tambang-rundingkan-harga-batu-bara-untuk-pembangkit.html

Related Regular News: