Kementerian BUMN: Kita Harus Bersinergi Jalankan Transisi Energi

Source: https://www.republika.co.id/berita/rjwdg5380/kementerian-bumn-kita-harus-bersinergi-jalankan-transisi-energi

 

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG--Kementerian BUMN mendorong proses dekarbonisasi sebagai salah satu cara dalam melakukan transisi energi. Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan proses dekarbonisasi bisa dijadikan sebagai sebuah lompatan besar bagi BUMN untuk bisa merealisasikan ketahanan dan kemandirian energi.

Dekarbonisasi adalah proses penggantian bahan bakar fosil dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pahala mengatakan terdapat banyak cara yang dapat dilakukan BUMN dalam melakukan dekarbonisasi, salah satunya bersinergi dengan sejumlah pihak.

"Transisi energi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari karena Indonesia sudah menetapkan target mencapai emisi net zero pada 2060 dan pengurangan emisi 32 persen pada 2030. Jadi saya rasa bagaimana BUMN mengembangkan portofolio untuk mengurangi emisi karbon, bisa secara individu atau sinergi dengan ekosistem BUMN," ujar Pahala saat menjadi pembicara di acara SOE International Conference pada sesi diskusi panel III dengan tema: Energy Transition and Green Development for Sustainable Growth di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (17/10/2022).

Dalam percepatan transisi energi, ucap Pahala, Menteri BUMN Erick Thohir telah mewajibkan karyawan perusahaan pelat merah untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Menurut Pahala, melonjaknya harga minyak dunia menjadi salah satu alasan untuk tidak menunda transisi energi.  "BUMN harus mulai mengembangkan sumber energi bersih dibandingkan membangun pembangkit listrik tenaga fosil," kata Pahala.

President of Schlumberger Asia, Amy Chua mengatakan transisi energi tidak bisa dilakukan secara sendiri tetapi harus mengajak banyak pihak untuk melakukan kolaborasi. Amy menyebut dekarbonisasi akan menjadi agenda besar dalam dua dekade ke depan sehingga kolaborasi, kerja sama dan juga kemitraan antara badan usaha swasta dengan pemerintah menjadi hal yang krusial. "Harus ada perubahan paradigma dalam menjalankan transisi energi dan juga kebijakan dari pemerintah yang membuka jalan bagi energi terbarukan untuk menggantikan energi fosil," ucap Amy.

Direktur Energy Division Department Bank Pembangunan Asia (ADB) Toru Kubo mengatakan ADB sudah meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM). Hal ini untuk membantu mengurangi ketergantungan sejumlah negara terhadap energi fosil dan beralih ke energi bersih.

"Pembiayaan menjadi isu yang krusial dalam transisi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan. Karena itu harus ada blended financing yang membuat kreditor bisa menerima dana untuk program mengurangi emisi gas rumah kaca namun di sisi lain juga harus ditetapkan harga karbon yang baik," ujar Kubo.

Kubo menyampaikan ADB sudah bekerja sama dengan Indonesia, Filipina dan Vietnam dalam melakukan transisi energi. Selain itu, ADB juga bekerja sama dengan institusi finansial regional dan global dalam membentuk Asset Regeneration Platform untuk meningkatkan investasi yang bankable di sektor perubahan iklim.

APAC Head of Energy and Environment Policy for Amazon Web Services (AWS) di Asia Pasifik dan Jepang, Ken Haig menjelaskan Amazon berkomitmen dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Karena itu, Amazon pada 2019 mendirikan The Climate Pledge yang merupakan wujud komitmen dalam mencapai emisi net zero di bisnis pada 2040.

"Sebagai bagian dari The Climate Pledge, kami juga menargetkan untuk menjalankan semua operasi kami dengan menggunakan 100 persen energi terbarukan pada 2025. Kami akan dengan senang hati membantu Indonesia untuk membuat harga energi terbarukan menjadi lebih terjangkau," kata Ken.

Related Regular News: