Breaking News: Harga Batu Bara Naik Nyaris 4%

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220809060223-17-362119/breaking-news-harga-batu-bara-naik-nyaris-4

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara langsung menggeliat pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (8/8/2022), harga batu kontrak September di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 360,5 per ton. Harga batu bara melonjak 3,97% dibandingkan penutupan Jumat pekan sebelumnya.

Penguatan kemarin memutus tren negatif batu bara yang sudah berlangsung sejak akhir Juli. Harga batu bara terus melemah sejak 27 Juli lalu, kecuali pada 3 Agustus atau Rabu pekan lalu.

Secara keseluruhan, harga batu bara masih menyusut 8,4% dalam sepekan secara point to point. Dalam sebulan, harga batu bara juga amblas 12,2%.

Penguatan batu bara ditopang oleh aksi bargain buying, kekhawatiran gangguan pasokan di Jerman, serta semakin dekatnya deadline sanksi Uni Eropa. Seperti diketahui, Uni Eropa akan melarang impor batu bara dari Rusia mulai Rabu pekan ini.

Dilansir dari S&P Global, produksi listrik dari pembangkit batu bara di Jerman meningkat menjadi rata-rata 6,36 Giga Watt (GW), naik 21% dibandingkan pekan sebelumnya. Produksi tersebut adalah yang tertinggi sejak awal Maret.

Sebaliknya, produksi listrik dari gas turun 24%. Produksi listrik dari batu bara bersama dengan tenaga surya bahkan menjadi yang terbesar di Jerman pada awal Agustus.

Namun, pasokan batu bara di Jerman tengah terancam karena terhambatnya pengiriman akibat permukaan sungai Rhine semakin menyusut. Permukaan Sungai Rhine di titik Kaub ada di angka 51 cm kemarin, jauh dari idealnya sekitar 1,5 meter.

Rory Simington, analis dari Asia Pacific Thermal Coal Research, mengingatkan permintaan batu bara kalori tinggi yang masih besar, persoalan pasokan gas, serta dampak sanksi Uni Eropa ke Rusia akan menjaga harga batu bara tetap tinggi.

"Sanksi akan membawa harga batu bara ke arah yang tidak biasa. Sanksi akan membuat pasar Eropa dan kekurangan batu bara premium. Faktor geopolitik seperti sanksi akan terus mendominasi perdagangan batu bara," tutur Simington, seperti dikutip dari Wood Mackenzie.

 

TIM TISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: