Harga Batu Bara Naik Lagi, Pepet US$ 400/Ton

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220624062329-17-349876/harga-batu-bara-naik-lagi-pepet-us--400-ton

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara bangkit setelah sempat melemah pada Rabu pekan ini. Pada perdagangan Kamis (23/6/2022), harga batu kontrak Juli di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 397,05 per ton. Harga batu bara menguat 1,29%.

 

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 6 Juni lalu. Penguatan juga membawa batu bara semakin mendekati level US$ 400 terhenti.

 

Batu bara menunjukkan kinerja positif dalam sepekan terakhir tetapi sempat melemah pada Selasa lalu. Dalam sepekan, harga batu bara menguat 14,6% secara point to point.

 

Dalam sebulan harga batu bara masih melemah 3,9% tetapi dalam setahun harganya melesat 214,5%.

 

Faktor penggerak harga batu bara masih ditopang oleh rencana negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Austria, dan Belanda kembali menggunakan pembangkit listrik batu bara. Mereka kembali beralih ke batu bara karena Rusia memangkas pasokan gasnya.

 

"Karena ada lonjakan permintaan maka harga batu bara naik. Eropa kemungkinan akan meningkatkan impor batu bara dari beberapa negara seperti Afrika Selatan dan wilayah pasifik," tutur seorang trader dari Swiss, seperti dikutip Montel News.

 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris sudah seharusnya kembali menghidupkan pembangkit listrik batu bara dan juga membuka kembali pertambangan mereka meskipun ada agenda pengurangan emisi.

 

"Sangat tidak masuk akal jika Inggris mengimpor batu bara padahal kita juga memiliki cadangan batu bara. Batu bara diperlukan untuk keperluan metalurgi di sektor industry," tutur Boris Johnson pada sesi tanya jawab di majelis rendah, seperti dikutip dari the Independent.

 

Perret Associates memperkirakan impor batu bara thermal dari negara-negara Eropa termasuk Inggris dan Polandia mencapai 84 juta ton tahun ini, naik drastis dibandingkan 58,5 juta ton pada 2021.


 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

Related Regular News: