Breaking News: Harga Batu Bara 'Terbang' 8%!

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220406055722-17-329124/breaking-news-
harga-batu-bara-terbang-8

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melesat setelah Uni Eropa menimbangkan sanksi
baru kepada Rusia. Pada perdagangan Selasa (5/4/2022), harga batu bara kontrak Mei ditutup
di US$ 280/ton, melonjak 8,25% dibandingkan hari sebelumnya.

Level harga US$ 280/ton adalah yang tertinggi sejak 15 Maret 2022 atau dalam 20 hari terakhir.
Kenaikan tajam tersebut juga kembali mendekatkan harga batu bara ke level US$ 300/ton
setelah melemah sejak pertengahan Maret.

Dalam sepekan, harga batu bara sudah menguat 11,08% tetapi dalam sebulan masih turun
31,21%. Dalam setahun, harga si batu hitam meroket 210,77%.

Lonjakan tajam harga batu bara dipicu oleh rencana Uni Eropa untuk memberikan sanksi baru
terhadap Rusia. Sanksi baru termasuk larangan impor batu bara Rusia yang akan dilakukan Uni
Eropa

Sebelumnya, Uni Eropa dan Dunia Barat juga sudah memberikan sanksi kepada Rusia,
termasuk larangan pemblokiran sistem keuangan dunia Society Worldwide Interbank Financial
Telecommunication (SWIFT). Rencana sanksi baru muncul setelah beredarnya foto-foto
pembantaian warga sipil di Ukraina.

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), pada tahun 2020, perdagangan global batu
bara thermal mencapai 978 juta ton. Indonesia adalah eksportir terbesar untuk thermal batu
bara dengan kontribusi hingga 40%. Australia ada di posisi kedua dengan porsi 20%, disusul
kemudian dengan Rusia ( 18%).

"Sanski (sebelumnya) sudah berdampak dan membatasi opsi ekonomi dan politik Kremlin.
Namun, kita butuh menaikkan tekanan kita kepada mereka," tutur Presiden Komisi Eropa
Ursula von der Leyen, Selasa (5/4), seperti dikutip dari AP.


Von der Leyen memperkirakan nilai larangan impor negara Uni Eropa mencapai US$ 4,4 miliar
per tahun sehingga diharapkan berdampak besar terhadap Rusia. Namun, ahli kebijakan energi
Simone Tagliapietra mengatakan sanksi larangan impor batu bara dari Uni Eropa hanya
simbolis semata. Dia menjelaskan Rusia mendapatkan ekspor batu bara ke Uni Eropa hanya
menghasilkan penerimaan sebesar 20 juta euro/hari bagi Rusia.

Nilai itu, sangat kecil dibandingkan penerimaan dari minyak yang mencapai 850 juta euro per
hari. Rusia memenuhi 19,3% pasokan impor batu bara Uni Eropa pada 2020 sementara minyak
sebesar 36,5% dan gas alam sebesar 41,5%.

"Larangan impor batu bara menjadi penting karena mematahkan tabu di bidang energi. Namun,
itu bukan penentu permainan. Menargetkan batu bara dalam sanksi pada saat ini terlalu
simbolis, terlalu berhati-hati," ujarnya kepada AP.

Harga batu bara melonjak tajam sejak akhir Februari lalu setelah Rusia menyerangi Ukraina.
Pada awal Februari, harga batu bara masih di bawah US$ 200/ton tetapi kemudian melonjak ke
level US$ 300/ton dan bahkan mencetak rekor pada 2 Maret 2022 di level US$ 446/ton.


Harga batu bara kembali menurun sejak pertengahan Maret seiring adanya pembicaraan damai
Rusia-Ukraina. Harga batu bara bahkan sempat jatuh beruntun pada 25-29 Maret 2022
sebelum akhirnya menanjak perlahan pada 30 Maret 2022.

Related Regular News: