Menteri Arifin: Implementasi Transisi Energi Mampu Dorong Ekonomi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2801553/menteri-arifin-implementasi-transisi-
energi-mampu-dorong-ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan
implementasi transisi energi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan mampu mendorong
geliat perekonomian di masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri forum The 8th Berlin Energy Transitions Dialogue
(BETD) di Jerman pada 31 Maret 2022.

"Kita tahu Indonesia diberkahi banyak sumber energi baik minyak maupun batu bara, kita suplai
sumber energi kita ke negara mitra. Tapi kita sadar, kita butuh energi bersih di masa
mendatang untuk kehidupan yang lebih baik. Makanya, energi baru terbarukan menjadi sangat
penting bagi negara kami. Aktivitas dari program yang kita jalankan akan menciptakan aktivitas
perekonomian di Indonesia," jelas Arifin dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dalam forum itu, Menteri Arifin memaparkan beberapa aksi nyata yang dilakukan Indonesia
untuk mewujudkan target netralitas karbon pada 2060, di antaranya optimalisasi penggunaan
energi surya, pemakaian kendaraan listrik, program konversi motor BBM ke listrik hingga
memberhentikan pengoperasian pembangkit batu bara secara bertahap.

"Salah satu strategi yang diterapkan Indonesia adalah target capaian bauran energi sebesar 25
persen pada 2025. Sekarang sudah mencapai 11,7 persen persen," katanya.


Indonesia kini memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 72 gigawatt di mana sebanyak 38
gigawatt berbasis batu bara. Untuk itu, pemerintah terus menunjukkan keseriusannya
melakukan pengurangan sebesar 5,5 gigawatt dalam kurun waktu lima tahun dari penggunaan
pembangkit listrik berbasis batubara dan disubstitusikan dengan energi terbarukan.

Pemanfaatan batu bara menjadi tantangan terbesar dalam proses transisi energi di Indonesia.
Keterlibatan Indonesia dalam COP-26 di 2021 dan pemilihan isu utama dalam presidensi G20
menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dalam mengeksekusi tantangan tersebut.

Indonesia sebagai salah satu negara eksportir batu bara terbesar di dunia telah
menandatangani Clean Power Transitions Statement untuk berkomitmen dalam pengurangan
batu bara atau phase down unabated coal.

"Penting adanya common goals dari setiap negara dalam proses memensiunkan batu bara,
tentu terdapat beberapa tantangan terutama dari sisi pekerja dalam sektor tersebut yang cukup
besar, sehingga perlu dipersiapkan program bagaimana para pekerja dapat survive setelah
sektor energi tersebut berkurang. Bagaimanapun, transisi energi juga perlu ditinjau dari aspek
sosial," kata Arifin.

 

Forum BETD merupakan konferensi tahunan yang prestisius dengan mempertemukan pejabat
tingkat tinggi dari berbagai negara, akademisi, pelaku industri, investor, dan organisasi
internasional di sektor energi. Konferensi internasional transisi energi global itu diselenggarakan
oleh Federal Foreign Office dan Federal Ministry for Economic Affairs and Climate Change
sejak 2015.

Dialog itu didasari oleh dorongan global untuk transisi emisi karbon netral yang merupakan inti
dari mengatasi perubahan iklim. Untuk mencapai perubahan haluan menuju netralitas karbon,
negara negara perlu mengambil tindakan yang jauh lebih ambisius dari sebelumnya, salah satu
upaya tindakan utama ialah transisi sektor energi dari bahan bakar fosil ke bahan bakar
terbarukan, sekaligus mengurangi konsumsi energi secara drastis.

Signifikansi G20 untuk transisi energi global menuju energi yang bersih, terjangkau, dan
berkelanjutan jelas secara bersama-sama, negara-negara G20 menyumbang 80 persen dari
konsumsi energi primer global. Dengan potensi keuangan dan ekonomi yang terakumulasi,
negara negara itu memiliki kapasitas untuk membentuk sistem energi global.

Beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah reach the climate goal and retiring
coal dengan memperdalam beberapa pendekatan baru terhadap infrastruktur dan industri,
meningkatkan kerja sama untuk mendorong dekarbonisasi sistem energi global dalam rangka
pemenuhan batas 1,5 derajat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang substansial dan
berkelanjutan melalui inovasi.

Menteri Arifin dipercaya menjadi salah satu pembicara dari sesi bertajuk The Way forward:
Turning Words into Action.

Selama agendanya di Berlin, ia juga menghadiri Global Solutions Summit 2022 sebagai langkah
kolaboratif antara perusahaan global yang terdiri dari lembaga think-tank yang akan membahas
mengenai kebijakan terhadap masalah utama dunia yang ditangani oleh G20, G7, dan forum
pemerintahan dunia lainnya sebagai inisiatif dalam menyediakan intellectual backbone untuk
proses T20 dan G20 demi penyatuan kembali kemakmuran ekonomi, sosial, politik, dan
lingkungan.

Related Regular News: