Investor Sudah 'Kenyang' Makan Cuan, Harga Batu Bara Bangkit

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210909062614-17-274809/investor-sudah-kenyang-makan-cuan-harga-batu-bara-bangkit

 

Harga batu bara naik setelah dua hari beruntun mengalami koreksi. Namun kenaikan ini belum bisa membawa harga si batu hitam mencatatkan rekor tertinggi.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 176,55/ton. Naik 0,89% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga batu bara mengalami koreksi masing-masing 1,86% dan 0,22% dalam dua hari perdagangan beruntun. Koreksi ini terjadi setelah harga menyentuh 178,75/ton, rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Well, sepertinya investor sudah 'kenyang' mengeruk keuntungan. Saat aksi ambil untung (profit taking) sudah kelar, maka harga batu bara siap naik lagi.

Secara fundamental, kenaikan harga batu bara punya dasar yang kuat. Salah satu alasan utama lonjakan harga batu bara adalah kenaikan harga gas alam.

Dalam sepekan terakhir, harga gas alam acuan di Henry Hub (Louisiana, Amerika Serikat) melesat 6,73% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, kenaikannya mencapai 20,91%.

Ini membuat biaya pembangkitan listrik bertenaga gas alam menjadi mahal. Di Eropa, harga pembangkitan listrik dengan gas alam pada 31 Agustus 2021 adalah EUR 47,68/MWh. Sementara dengan batu bara lebih murah yakni EUR 40,17/MWh.

"Melihat harga di pasar forwards, sepertinya gas alam masih akan terus lebih mahal dibandingkan batu bara setidaknya hingga awal 2022. Ini membuat dunia usaha mendapat insentif jka memilih batu bara," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

Selain di Eropa, permintaan batu bara Asia pun melonjak. Pada Juli 2021, Jepang mengimpor batu bara sebanyak 9,8 juta ton, naik 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Impor batu bara Jepang dari Australia tercatat 7 juta ton pada Juli 2021, tumbuh 18,5% yoy. Sedangkan dari Rusia adalah 1,4 juta ton, naik 17% yoy.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: