Booming Harga Batu Bara, Laba ITMG Melompat Lebih 300%

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210819091622-17-269503/booming-harga-batu-bara-laba-itmg-melompat-lebih-300

 

Emiten pertambangan batubara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), membukukan laba bersih sebesar US$ 118 juta atau setara dengan Rp 1,71 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada paruh pertama tahun ini. Laba bersih ini naik signifikan hingga 312% dari periode yang sama tahun sebelumnya dimana laba bersih yang diperoleh perusahaan tecatat di angka US$ 29 juta atau setara dengan Rp 420,5 miliar.

Peningkatan laba bersih ini salah satunya dipicu oleh momentum kenaikan harga batu bara setelah sebelumnya saat harga batubara sempat mengalami penurunan di tahun 2020.

Sepanjang paruh pertama 2021, Perusahaan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar USD 74,7 per ton, naik 34% dari USD 55,7 per ton di enam bulan awal tahun lalu.

Total volume penjualan batubara mencapai 9,0 juta ton, dengan penjualan bersih tercatat sebesar US$ 676,30 juta (Rp 9,81 triliun). Pendapatan selama semester pertama meningkat 3,68% dari sebelumnya sebesar US$ 652,63 juta (Rp 9,46 triliun).

Adapun pasar penjualan barubara ITMG meliputi Tiongkok (2,7 juta ton), Indonesia (1,7 juta ton), Jepang (1,4 juta ton), Filipina (0,7 juta ton), Thailand (0,7 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara.

Perusahaan juga melaporkan dari volume target penjualan 21,5-22,4 juta ton untuk tahun ini, perusahaan telah mendapatkan 79% kontrak penjualan. Sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 21% belum terjual.

Meski pendapatan meningkat, perusahaan malah mampu menurunkan biaya pokok pendapatan dari semula mencapai US$558,64 juta, kini turun menjadi US$ 448,96 juta.

Kenaikan harga jual rata-rata yang signifikan ditambah kontrol biaya yang disiplin telah menghasilkan arus kas yang kuat terhadap Perusahaan. EBITDA tercatat sebesar US$ 224 juta pada paruh pertama 2021, naik 148% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai dengan akhir Juni 2021, total aset Perusahaan tercatat sebesar US$ 1.315 juta dengan total ekuitas sebesar US$ 906 juta. Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$ 390 juta dengan posisi total pinjaman bank sebesar US$ 40 juta.

"Guna menjawab tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sektor energi di masa yang akan datang, rencana bisnis ITM mencakup tiga bidang utama, yaitu bisnis pertambangan, perdagangan dan jasa, serta bisnis terbarukan dan lainnya," ujar Mulianto, Direktur Utama ITMG melalui keterangan resmi yang dikutip CNBC Indonesia (19/8/2021).

Dalam keterangan resmi tersebut dikatakan pula bahwa pada bisnis pertambangan, ITM akan terus melakukan eksplorasi tambang yang dimiliki guna memastikan pertumbuhan cadangan organik dan secara bersamaan mengembangkan tambang batubara yang baru.

Selain itu, ITM juga akan melanjutkan studi kelayakan gasifikasi batubara bawah tanah dan mencari peluang bisnis tambang mineral clean tech.
Adapun dalam bisnis energi terbarukan dan bisnis lainnya, Perusahaan sedang melakukan finalisasi dari perencanaan konstruksi PLTS di Pelabuhan yang berada di gugus Melak.

"Perusahaan juga akan turut aktif dalam meningkatkan solusi natural capital dengan investasi untuk reklamasi dan pencegahan deforestasi sehingga dapat digunakan sebagai carbon offsetting," tambah Mulianto.

Merespons terbitnya laporan keuangan perusahaan, ada pembukaan perdagangan sesi I Kamis (19/8) pukul 9.13 WIB saham ITMG naik 0,61% ke level Rp 16.500 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 18,67 triliun. Dalam sebulan harga saham ini telah meningkat 6,62% dan sejak awal tahun tumbuh 19,13%.

Related Regular News: