Masih On Fire, Harga Batu Bara Kembali Cetak Rekor Baru!

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210817123750-17-269067/masih-on-fire-harga-batu-bara-kembali-cetak-rekor-baru

 

Penguatan harga batu bara acuan dunia masih terjadi hingga perdagangan awal pekan ini, Senin (16/8/2021).

Pada perdagangan kemarin, harga harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat melesat 0,98% ke level harga US$ 169,75/ton. Harga batu bara acuan dunia pun kembali mencetak rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Harga batu bara memang sedang dalam tren bullish. Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga batu bara acuan tercatat di level US$ 168,1/ton. Naik 0,66%. Dalam sepekan terakhir, harganya melonjak 7,1% secara point-to-point.

Kenaikan harga batu bara akan membawa dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Sebab, batu bara adalah salah satu komoditas andalan ekspor Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor non-migas Indonesia pada Januari-Juni 2021 adalah US$ 97,06 miliar. Melonjak 34,06% dibandingkan semester I-2020.

Dari nilai tersebut, US$ 12,7 miliar atau 13,08% adalah ekspor bahan bakar mineral yang didominasi batu bara. Hanya kalah dari lemak dan minyak hewan/nabati (yang didominasi minyak sawit mentah/CPO) yang sebesar US$ 14,08 miliar.

Namun di China, harga batu bara kokas berjangka China melemah 3% pada perdagangan Selasa hari ini, karena dirugikan oleh ekspektasi permintaan pendinginan dari pabrik hulu dan pabrik kokas, sementara kekurangan sisi pasokan diperkirakan akan pulih.

Batubara kokas berjangka yang paling banyak diperdagangkan di Dalian Commodity Exchange kontrak pengiriman Januari 2022 turun sebanyak 3% menjadi 2.157 yuan (US$ 332.93) per ton.

Produksi baja mentah China juga turun sebesar 7,6% dari bulan sebelumnya menjadi 86,79 juta ton, karena negara tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dengan mengurangi produksi logam tersebut.

"Mengintensifkan kontrol output di pabrik kokas di barat laut dan China tengah juga dapat mengurangi konsumsi batu bara kokas," tulis analis di GF Futures dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, karena Beijing baru-baru ini meningkatkan upaya untuk meningkatkan pasokan batu bara dan menstabilkan harga komoditas, pasokan untuk pencampuran batu bara kokas mungkin saja dapat meningkat.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: