Investor Gatal Cairkan Cuan, Harga Batu Bara Anjlok 1% Lebih!

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210721090713-17-262338/investor-gatal-cairkan-cuan-harga-batu-bara-anjlok-1-lebih

 

Harga batu bara mulai mengalami koreksi. Maklum, harga si batu hitam sudah naik gila-gilaan.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 151/ton. Turun 1,76% dari hari sebelumnya.

Pada 19 Juli 2021, harga komoditas ini menyentuh US$ 153,7/ton. Ini adalah rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Dalam sepekan terakhir, harga batu bara sudah melonjak nyaris 9%. Selama sebulan ke belakang, harga meroket lebih dari 25%.

Oleh karena itu, sangat wajar investor mulai 'gatal' mencairkan cuan. Maklum, hasil didapat memang tidak sedikit.

Reli harga batu bara akhir-akhir ini disebabkan oleh peningkatan permintaan, terutama untuk pembangkit listrik. Konsumsi listrik di berbagai negara meningkat seiring aktivitas masyarakat yang kembali normal selepas turun drastis akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Konsumsi listrik di China pada 14 Juli 2021 mencapai 27,2 TWh, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Di sejumlah daerah, penggunaan listrik meningkat untuk penyejuk udara karena China sedang dilanda gelombang panas (heatwave).

Namun peningkatan konsumsi listrik itu belum dibarengi oleh produksi batu bara dalam negeri. Bulan lalu, produksi batu bara Negeri Tirai Bambu adalah 323,2 juta ton, merosot 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Dibandingkan Juni 2019, sebelum pandemi virus corona, produksi turun 6,1%.

Oleh karena itu, China masih mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan. Pada Juni 2021, impor batu bara China mencapai 28,39 juta ton, melonjak 12,3% yoy.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: