Mining Sustainable Fund dinilai penting untuk diterapkan di Indonesia

Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/mining-sustainable-fund-dinilai-penting-untuk-diterapkan-di-indonesia

 

Kebijakan pemanfaatan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba dengan konsep Mining Sustainable Fund yang serupa Sovereign Wealth Fund (SWF) dinilai sejumlah kalangan penting untuk diterapkan oleh pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasili menilai, kebijakan Mining Sustainable Fund sangat penting untuk segera diberlakukan karena beberapa komoditas atau sumber daya minerba sudah semakin sedikit cadangannya dan tidak akan bertahan lebih lama lagi.

“Hal ini penting dipertimbangkan agar tujuan memakmurkan rakyat dan menjamin kelangsungan modal pembangunan dapat tersedia di masa mendatang, termasuk setelah sumber daya minerba tersebut habis ditambang,” ungkap dia, Kamis (18/2).

Dia menyebut, Mining Sustainable Fund dapat memanfaatkan sumber dana dari PNBP sektor minerba. Berdasarkan peraturan yang berlaku, pendapatan dari PNBP minerba masih harus dilakukan pembagian dengan daerah penghasil komoditas minerba dengan rumusan tertentu.

Di sisi lain, dana tersebut sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Mining Sustainable Fund dengan alokasi yang ditentukan undang-undang (UU).

Pihak pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan dana bagi hasil dari PNBP tersebut untuk mengembangkan Mining Sustainable Fund di daerahnya masing-masing.

“Tentu pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, serta dikontrol ketat oleh dewan pengawas yang profesional,” ujar Rizal.

Hanya memang, bukan perkara mudah untuk menerapkan Mining Sustainable Fund di Indonesia, terutama dari segi sumber pendanaannya.

Pasalnya, dana PNBP tersebut saat ini masuk ke dalam mekanisme APBN dan APBD dari bagi hasil dengan daerah penghasil minerba. Alhasil, perlu adanya kemauan politik baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengalokasikan sebagian dana untuk dikelola dalam bentuk Mining Sustainable Fund.

Padahal, Mining Sustainable Fund dapat mendatangkan sejumlah manfaat. Salah satunya, dana tersebut dapat dipakai untuk penelitian dan pengembangan teknologi di bidang pertambangan minerba, termasuk hilirisasi dan industrialisasi minerba.

“Bagi pengusaha, sebenarnya tidak ada beban yang bertambah karena dana tersebut diambil dari apa yang telah mereka tunaikan selama ini,” terang Rizal.

Senada, Pelaksana Harian Direktur Eksekutif Indonesia Mining Associaton Djoko Widajatno menyampaikan, dana Mining Sustainable Fund dapat dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi dan pengembangan pengolahan minerba di masa depan.

Dengan begitu, diharapkan ilmu terkait pengolahan minerba yang baik dapat dikuasai oleh bangsa Indonesia.

Pemanfaatan dana Mining Sustainable untuk memajukan teknologi proses pengolahan minerba tentu pada akhirnya akan menguntungkan pengusaha tambang itu sendiri.

“Dana tersebut dapat menunjang pertumbuhan industri hilir, termasuk industri manufaktur, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan mensejahterakan rakyat,” tambah dia, hari ini.

Ia juga menuturkan, pemerintah nantinya perlu melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemanfaatan Mining Sustainable Fund. Hal ini untuk menghindari potensi korupsi hingga berbelitnya proses birokrasi dalam pemanfaatan dana tersebut.

Related Regular News: