Pemulihan Ekonomi, 113 Juta Ton Batu Bara Disiapkan untuk Kebutuhan Energi

Sumber : https://investor.id/business/pemulihan-ekonomi-113-juta-ton-batu-bara-disiapkan-untuk-kebutuhan-energi

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 113 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik pada tahun ini.

Kuota tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyerapan batu bara pada tahun 2020 yang mencapai 105 juta ton. Kuota untuk pembangkit ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, alokasi DMO tahun ini ditetapkan sebesar 137,5 juta ton.

Besaran alokasi itu sesuai ketentuan yakni 25% dari produksi batu bara 2021 sebesar 550 juta ton. Dia mengungkapkan kebutuhan untuk pembangkit listrik diproyeksikan naik dibandingkan tahun lalu. "Terutama karena ekonomi mulai pulih," kata Sujatmiko kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (18/1).

Sujatmiko menuturkan, alokasi DMO tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Ada industri dalam negeri lain yang dipenuhi kebutuhannya seperti tekstil, semen, kertas maupun metalurgi.

Kebutuhan batu bara untuk industri kertas tahun ini naik menjadi 13 juta ton dibandingkan penyerapan tahun lalu sebesar 2 juta ton. Kemudian, alokasi batu bara untuk metalurgi sebesar 6 juta ton dan kuota untuk industri semen sebesar 1,5 juta ton.

Kewajiban DMO 25% sudah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM. Dalam beleid yang ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 29 Desember 2020 itu memuat sanksi berupa pembayaran kompensasi terhadap sejumlah kekurangan DMO di tahun ini. Sanksi ini akan diterapkan pada 2022 bila realisasi DMO pelaku batu bara tidak memenuhi kuota minimal 25% dari rencana produksi tahun ini.

Related Regular News: