Listrik Tumbuh, Batu Bara ke Pembangkit Domestik Bisa Naik 8%

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20210112143059-4-215340/listrik-tumbuh-batu-bara-ke-pembangkit-domestik-bisa-naik-8

 

Penjualan batu bara untuk kepentingan pembangkit listrik di dalam negeri pada 2021 ini diperkirakan akan naik sekitar 7,6% menjadi 113 juta ton dari 105 juta ton pada 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Sujatmiko.

Dia mengatakan, perkiraan target penjualan batu bara sebesar 113 juta ton pada 2021 ini merupakan alokasi penjualan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di dalam negeri, baik kepada PT PLN (Persero) maupun pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/ IPP).

"Sesuai info dari PT PLN (Persero) bahwa kebutuhan batu bara PLTU PLN dan IPP tahun 2021 sebesar 113 juta ton," ujar Sujatmiko kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/01/2021).

Sementara itu, Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo mengatakan kebutuhan batu bara PLN pada 2021 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan 2020. Sayangnya Rudy belum menyampaikan rinciannya.

"Diperkirakan tidak jauh berbeda dengan 2020," ujarnya.

Sebagai informasi, realisasi penyerapan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) pada 2020 mencapai 132 juta ton dari produksi sebesar 558 juta ton.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan batu bara untuk kepentingan dalam negeri.

Salah satunya mengusulkan pemanfaatan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai yang bisa dimanfaatkan untuk substitusi LPG.

"Sedangkan DMO batu bara pada tahun 2021 ditargetkan sebesar 137,5 juta ton dari target produksi 550 juta ton," ungkap Arifin Tasrif, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021, Kamis (07/01/2021).

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan pembebasan kewajiban pembayaran kompensasi terhadap sejumlah kekurangan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) tahun 2020.

Pembebasan kewajiban ini berlaku untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi Batu Bara, Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batu Bara (PKP2B) tahap Operasi Produksi, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 261 K/30/MEM/2019 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2020.

Aturan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri 2021 yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 29 Desember 2020 bagian Ketujuh dari keputusan.

Lalu di dalam bagian Kedelapan disebutkan pembebasan kewajiban pembayaran kompensasi terhadap sejumlah kekurangan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri tahun 2020 sebagaimana dimaksud di dalam bagian Ketujuh diberlakukan juga untuk pemegang IPUK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian.

"Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," tulis Surat Keputusan Menteri, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (06/01/2021).

Related Regular News: