Rapat Kemenkomarves dengan APBI terkait peningkatan ekspor batubara ke Tiongkok

Diselenggarakannya pertemuan virtual ini atas undangan dari Septian Hario Seto selaku Deputi Bidang Koordinasi dan Investasi Pertambangan, KemenkoMarves pada hari Rabu, 4 November 2020, Pihak KemenkoMarves meminta masukan/ usulan kepada asosiasi dan pelaku industri terkait mekanisme peningkatan ekspor batubara Indonesia ke Tiongkok. Hal tersebut untuk dijadikan pemerintah dalam menyusun/membuat formulasi atau proposal mekanisme kerjasama dengan pihak Tiongkok.

Kemenkomarves akan membuat hybrid meeting antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok, dimana Pemerintah Tiongkok akan mengundang importir dan asosiasi importir batubara dr tingkok untuk peningkatan impor batubara dari Indonesia. Disebutkan bahwa Tiongkok menerapkan kebijakan kuota batubara di masing-masing provinsi/kota yang bersangkutan, yang akan dikoordinasikan dengan pusat.

 

APBI memberikan usulan hal-hal utama untuk merealisasikan peningkatan ekspor batubara ke Tiongkok, antara lain:

  • Mendorong ekspor dengan pengawasan. Diperlukan adanya pertemuan untuk pembahasan dan evaluasi secara berkala.
  • Pelaksanaannya secara B2B (business to business).
  • Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok membuat kerjasama (sign MOU) untuk menentukan jumlah kuota batubara yang akan di ekspor ke Tiongkok.
  • Menyusun mekanisme ekspor yang lebih transparan supaya dapat mengeliminasi biaya tinggi oleh para trader.
  • Distribusi volume secara merata dalam 1 tahun, supaya perencanaan produksi dapat berjalan dengan baik.
  • Pemerintah Indonesia agar mendorong promosi bagi batubara yang memiliki karakteristik nilai sulfur tinggi yang biasa digunakan untuk pabrik semen dan smelter kepada importir Tiongkok.

Pihak Kemenkomarves juga menyampaikan bahwa Pemerintah Tiongkok menghimbau untuk penggunaan mata uang Yuan dalam transaksi. Kemudian, akan berusaha mendorong bank-bank Tiongkok untuk memberikan funding.

Related Regular News: