KJRI Karachi, Pakistan Melakukan Courtesy Visit ke Kantor APBI-ICMA

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pertemuan perwakilan Konsulat Jenderal Karachi, Pakistan dengan APBI berlangsung di kantor APBI Kuningan, Jakarta Selatan (3/11). Pertemuan ini membahas tentang peluang kerjasama batubara antara Pakistan dengan Indonesia. Sejauh ini batubara menjadi komoditas barang impor kedua terbesar yang dibutuhkan negara tersebut untuk beragam kebutuhan termasuk pembangkit listrik.

Pada kesempatan tersebut, pihak KJRI menyampaikan informasi terkait proyek pembangunan pembangkit listrik 2 x 260 MW salah satu perusahaan BUMN di Pakistan yang di rencakan akan selesai di Desember 2021, dengan performance test di akhir tahun ini. Adapun nama perusahaan PLTU yang saat ini membutuhkan impor batubara dari Indonesia adalah Jamshoro.

Proses pembangunan PLTU dikerjakan di lokasi yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Karachi. Kebutuhan impor batubara untuk Jamshoro diperkirakan mencapai 4000 ton per tahun dengan jenis GAR 5300-5700, yang nantinya akan di blend dengan batubara local di Jamshoro yang berkisar di GAR 2000-3000.

Pada pertemuan tersebut, pihak KJRI Karachi diwakili oleh Ibnu Sulhan selaku Vice Consul Trade and Economic Affairs dan Ade Pranajaya selaku Staff of Economic Affairs and Information & Social-Cultural Affairs. Sementara itu APBI yang diwakili oleh Tulus Situmeang dan Yessymaya Faiz ikut berdiskusi tentang peluang tersebut. Salah satunya tentang wacana pemerintah setempat untuk mewajibkan sistem pengiriman barang melalui metode CNF (Cost and Freight). Padahal sejauh ini proses pengiriman tersebut dapat menjadi kendala dalam keselamatan bertransaksi.

Sebagai tindaklanjut dari pertemuan tersebut, APBI bekerjasama dengan KJRI Karachi untuk mengadakan Webinar dan/atau virtual meeting yang menghadirkan produsen batubara Indonesia, pengguna/importir batubara di Pakistan, analis, dan pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Minerba, KESDM, serta perwakilan pemerintah dari negara Pakistan. Hal ini guna melakukan perkenalan antar perusahaan lebih dalam (b2b meeting) serta saling bertukar informasi mengenai kebijakan di negara masing-masing khususnya terkait ekspor impor komoditas batubara.

Related Regular News: