Bersinergi, Berenergi, Hadapi Pandemi

Peringatan Hari Jadi Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dilaksanakan secara virtual, Selasa (27/10). Acara puncak perayaan 31 tahun APBI diisi dengan 5 (lima) rangkaian acara.

Sesi pertama diisi dengan topik pembahasan perekonomian Indonesia di tahun 2021. Pada sesi yang berjudul, “Strategi Ekonomi Hadapi Resesi dan Pandemi” APBI mengajak asosiasi-asosiasi lain untuk ikut mengemukakan pendapatnya tentang tantangan sekaligus optimisme menghadapi tahun 2021 meski ditengah pandemi.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Ketua-Ketua Asosiasi dari mulai Rosan Roeslani (KADIN), Eddy Hussy (APINDO), Bima Laga (idEA), dan Yustinus Prastowo (staff khusus Menteri Keuangan).

Pada sambutannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui peningkatan nilai tambah alias hilirisasi batubara hingga kini masih jalan ditempat. Menurut Airlangga, pemberian insentif dalam Undang-Undang Cipta Kerja alias UU Omnibus Law merupakan dorongan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi batubara.

Di sesi berikutnya, topik yang diangkat adalah tentang “Batubara Dalam Transisi Energi dan Bauran Energi Nasional”. Sesi ini dibuka dengan sambutan dari Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif. Melalui videotape (VT), Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan ucapan selamat atas eksistensi Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) di Tanah Air. Pemerintah, kata Arifin, sangat mengapresiasi peran dan kontribusi APBI dalam mendorong implementasi program-program pemerintah.

Lebih lanjut Arifin menuturkan, saat ini industri pertambangan, khususnya batubara, sedang menghadapi tantangan yang cukup berat. Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan penurunan produksi nasional.

“Peran APBI sebagai mitra pemerintah dibutuhkan untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan di sektor batubara, mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional serta akselerasi program hilirisasi batubara di masa yang akan datang,” ucapnya.

Sesi yang membahas terkait bagaimana seharusnya penggunaan dan peruntukan batubara di tanah air ini diramaikan oleh para pembicara antara lain, Dirjen Minerba, Ridwan Djamaluddin, Sammy Hamzah selaku Ketua Bidang ESDM, APINDO, Fuad Fachroeddin, Direktur Pengembangan Usaha, PT. Bukit Asam Tbk. Dharma Djojonegoro, Ketua Komite Tetap Bidang Minerba KADIN dan Komaidi Notonegoro, Direktur Reforminer Institute.

Sementara di sesi ketiga, diskusi yang membahas tentang prospek pasar batubara di tahun 2021” Coal Market Dynamics during the Pandemic”. Berbeda dengan dua sesi sebelumnya, sesi ini disampaikan dalam versi bahasa Inggris dengan menampilkan pembicara dari sisi eksportir, importir dan analis, antara lain Kurnia Ariawan selaku Direktur Utama PT. Kideco Jaya Agung dan Ketua Bidang 2 APBI, Jimmy Deng yang mewakili China Coal Solutions dan Andrew Jones yang mewakili Argus Media.

Tidak lupa sesuai dengan misi anggota APBI-ICMA yang mengutamakan tanggung jawab lingkungan, maka diskusi di sesi keempat bertajuk “Menyemai Harapan dari REHAB DAS” yang diisi oleh perwakilan dari Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Lana Saria selaku Direktur Teknik dan Lingkungan DJMB, dan perwakilan perusahaan antrara lain Bayu Nasution selaku Kepala Rehabilitasi DAS  Adaro Indonesia, Bramantya Putra selaku Ketua Bidang 1 APBI yang membawahi Komite Teknik Pertambangan, Komite Lingkungan Serta Nilai Tambah dan selaku Direktur Utama Indominco Mandiri, dan perwakilan dari akademisi yaitu Irdika Mansur selaku Direktur SEAMEO Biotrop.

Sementara puncak perayaan acara 31 Tahun APBI-ICMA menghadirkan siaran langsung pemberian penghargaan untuk tokoh yang berkontribusi dan berjasa dalam industri batubara, serta perusahaan yang berprestasi dengan pencapaian terbaik.

Untuk penghargaan Lifetime Achievement Awards, tahun ini jatuh ke tangan Jeffrey Mulyono, Mantan Ketua Umum APBI-ICMA. Sementara untuk Outstanding Contribution in the Coal Mining Industry, tahun ini jatuh ke tangan Herman Kasih selaku Direktur Mandiri Coal dan Bob Kamandanu selaku CEO Trafigura Indonesia dan Komisaris Kideco Jaya Agung.

Sementara itu, APBI-ICMA pun memberikan awards terhadap perushaan anggotanya dengan kategori Energy Innovation of the Year . Untuk awards perdana bagi perusahaan ini dimenangkan oleh 2 perusahaan, yaitu Kideco Jaya Agung yang diwakili oleh Tatan Ahmad Taufik dan perusahaan yang mendapatkan penghargaan ini adalah  Adaro Indonesia yang diwakili oleh Priyadi Sutarso

Konferensi virtual “Bersinergi, Berenergi, Hadapi Pandemi” ini disponsori oleh 17 perusahaan anggota maupun non-anggota dari APBI. Adapun 3 (tiga) kategori yang berbeda, antara lain Platinum Sponsors; Mandiri Coal, Kideco Jaya Agung, Adaro Energy, Shell Indonesia. Gold Sponsors; Pama Persada Nusantara, Bukit Asam, Indo Tambangraya Megah, dan Bara Tabang. Silver Sponsors; Trafigura Indonesia, Jasa Mutu Mineral, Manambang Muara Enim, Antang Gunung Meratus, Geoservices, Mitrabara Adiperdana, Berau Coal, Coaltrans Conference, dan Asiatrust Technovima Qualiti.

 

Related Regular News: