United Tractors Mulai Membaik, Tapi Masih di Bawah Ekspektasi

Sumber : https://investor.id/market-and-corporate/united-tractors-mulai-membaik-tapi-masih-di-bawah-ekspektasi

 

PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan kinerja keuangan di bawah ekspektasi hingga kuartal III-2020, meski kinerjaoperasional menunjukkan perbaikan pada September. Sementara itu, produktivitas tambang perseroan dan harga jual batu bara yang diprediksi pulih pada 2021 bakal menjadi sentimen positif terhadap kinerja tahun depan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, United Tractors membukukan penjualan alat berat merek Komatsu yang solid sepanjang September 2020 menjadi 148 unit atau meningkat 41% dari realisasi pada Agustus 2020. Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan permintaan alat berat di sektor agribisnis dan pertambangan. Meski demikian, volume penjualan alat berat Komatsu oleh United Tractors hingga kuartal III-2020 turun menjadi 1.191 unit dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebanyak 2.568 unit.

Dampak pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama.Selama Januari-September tersebut, volume penjualan alat berat Komatsu oleh perseroan turun 53,6%, volume produksi batu bara turun 11,5% menjadi 85,3 juta ton dari 96,4 juta ton, dan volume penjualan emas turun 22,7% menjadi 256 ribu oz dari 306 ribu oz.

Adapun volume penjualan batu bara naik menjadi 7,1 juta ton dari 6,5 juta ton. Namun, harga jual batu bara terkikis. Hal tersebut berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III tahun ini. Laba bersih United Tractors pada kuartal III-2020 turun 42,9% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan kuartal II-2020 atau anjlok 57,1% dibandingkan pencapaian pada kuartal III-2019. “Realisasi laba bersih itu di bawah ekspektasi kami atau hanya mencerminkan 70,2% dari target tahun ini,” tulis Stefanus dalam riset terbaru.

Menurut dia, penurunan laba bersih anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebutdipengaruhi dua faktor, yaitu penurunan rata-rata harga jual batu bara dan volume produksi emas. Pendapatan United Tractors dari bisnis batu bara hingga kuartal III-2020 turun 45,8% dibandingkan periode sama tahun lalu. Dibandingkan pencapaian pada kuartal II-2020, pendapatan dari bisnis batu bara perseroan turun 28,5%.

Hal itu sejalan dengan penurunan total volume penjualan yang mencapai 22,3%. Rendahnya realisasi laba bersih juga dipengaruhi oleh kerugian mata uang senilai Rp 198 miliar pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020 yang untung kurs senilai Rp 493 miliar. Normalisasi pajak perusahaan menjadi 27,5% pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020 sebesar 4,8% juga memicu penurunan keuntungan. Secara total, pendapatan United Tractors terpangkas 29,2% menjadi Rp 46,46 triliun hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 65,61 triliun. Laba bersih anjlok 38,2% menjadi Rp 5,33 triliun dari Rp 8,63 triliun.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 29.000. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2021 sekitar 10,6 kali dan mempertimbangkan ekspektasi pulihnya harga jual batu bara tahun depan. Target harga tersebut juga mempertimbangkan pengoperasian pembangkit listrikTanjung Jati tahun depan.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengungkapkan, penurunan harga jual batu bara dan berlanjutnya pandemic Covid-19 memicu penurunan produksi pertambangan United Tractors yang berimbas pada kinerja keuangan perseroan per kuartal III-2020 menjadi di bawah ekspektasi. “Realisasi laba bersih perseroan hingga kuartal III-2020 baru merefleksikan 65,7% dari target kami tahun ini dan sekitar 72,1% dari konsensus analis,” tulis dia dalam risetnya. Rendahnya perolehan laba bersih tersebut juga dipicu oleh keputusan United Tractors untuk memberikan diskon biaya kontrak penambangan batu bara akibat rendahnya rata-rata harga jual batu bara. Total diskon biaya penambangan batu bara yang telah diberikan perseroan mencapai US$ 100 juta hingga September 2020.

Terkait tahun depan, harga jual dan volume produksi emas yang diharapkan naik bisa menjadi pendongkrak kinerja. Hingga September 2020, bisnis emas berkontribusi sekitar 11,9% terhadap pendapatan perseroan dan 34,2% terhadap total laba sebelum pajak. “Kami memperkirakan United Tractors akan mendapatkan keuntungan yang menggembirakan dari perkiraan peningkatan harga jual emas mulai Februari 2021,” jelas Hariyanto. Selain berlanjutnya kenaikan harga, volume produksi perseroan bakal terpacu karena dampak negatif pandemi Covid- 19 diperkirakan berkurang.

Volume produksi emas perseroan diharapkan meningkat pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun ini yang hanya sebanyak 300 ribu oz. Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi trading buy saham UNTR dengan target harga Rp 25.500. Target harga tersebut merefleksikan rendahnya harga jual batu bara tahun ini. Target tersebut juga mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19 yang lebih lama dari ekspektasi semula.

Related Regular News: