Rehabilitasi DAS Untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Masa Pandemi COVID-19

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan, mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Apresiasi ini atas pelaksanaan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Produksi Tetap Kendilo, di Desa Suweto dan Desa Saing Prupuk, Kabupaten PaserProvinsi Kalimantan Timur. Ini diungkap Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, dalam acara webinar bertajuk Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Corona atau covid-19, yang diselenggarakan Kementerian LHK bersama SKK Migas dan PHM, Senin (14/9/2020).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong meminta pelaku usaha mengubah paradigma tidak hanya mendapatkan profit tapi juga keberlanjutan lingkungan hidup.

Saya minta agar setiap pelaku usaha tidak hanya business oriented tapi harus juga berpikir tentang lingkungan dan sosial. Paradigma Itu harus kita ubah, “kata Wamen LHK dalam diskusi virtual tentang rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS)

Pergeseran nilai dari perusahaan yang mengejar profit, sudah saatnya diubah agar memiliki tanggung jawab moral terhadap perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi bisnis.

Karena itu aspek profit, lingkungan hidup dan sosial kedepannya harus seimbang satu dengan lainnya untuk pemangku usaha menjalankan bisnisnya. Salah satu contoh pengejawantahan dari keseimbangan itu dapat terjadi saat rehabilitasi DAS yang dilakukan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)

Dalam melakukan kewajibannya melakukan rehabilitasi Kawasan DAS, perusahaan pemilik IPPKH selain melestarikan Kembali alam tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Manfaat itu dapat berupa penyediaan lapangan pekerjaan dan rehabilitasi DAS dengan tanaman yang berguna bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Alue, system Multipurpose Tree Species (MPTS) dimana pengelolaan lahan berbagai jenis pohon tidak saja untuk menghasilkan kayu tetapi juga daun-daunan dan buah-buahan yang digunakan sebagai bahan makanan atau pakan ternak, dapat dilakukan dalam rehabilitasi DAS untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Terutama bagi pemegang IPPKH untuk dapat menunjukkan bahwa kegiatan tambang selain dapat menyumbang kepada perekonomian negara yang salah satunya berupa penerimaan pendapatan bukan pajak, juga dapat menunjukkan kepada public bahwa tambang juga berkontribusi pada perbaikan lingkungan melalui kegiatan reklamasi maupun rehabilitasi DAS, ‘tegas Alue

Menurut dat KLHK, saat ini total IPPKH yang masih aktif adalah 1.039 unit atau setara dengan lahan 500.131 hektar (ha), terbagi menjadi dua kelompok yaitu IPPKH pertambangan 699 unit seluas 445.953 ha dan IPPKH non pertambangan 370 unit seluas 54.178 ha

Dari total kewajiban rehabilitasi DAS seluas 560.719 ha, yang telah melaksanakan kegiatan penanaman adalah seluas 105.202 ha, dan khusus untuk 2020 sampai dengan Agustus penanaman rehabilitasi DAS mencapai 10.393 ha.

Related Regular News: