Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

Kementerian LHK menggelar acara “Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” pada 7/9 bertempat di Ruang Rimbawan, Kementerian LHK yang juga dapat disaksikan secara live melalui zoom. Diselenggarakannya acara tersebut dalam rangka mendorong pemegang IPPKH untuk segera melaksanakan kewajiban rehabilitasi DAS dan revegetasi pascatambang untuk perbaikan lingkungan.

KLHK mengundang para pemegang IPPKH untuk sharing baik yang sedang proses pelaksanaan rehab DAS dan yang sudah berhasil sampai tahap serah terima, seperti PT Adaro Indonesia, SKK Migas dan EMP Malacca Straits SA.  SKK Migas yang diwakili oleh Deputi Dukungan Bisnis, Sulistya Hastutui Wahyu menuturkan saat ini ada 19 lokasi yang sedang dalam proses rehabilitasi dengan luas sekitar 6.034,18 Ha. Serta EMP Malacca Straits SA sedang melakukan penanaman seluas 592 Ha.

Pada kesempatan ini KLHK juga mengadakan pendatanganan dan serah terima hasil tanaman rehabilitasi DAS dengan PT Adaro Indonesia salah satu perusahaan tambang batubara yang berhasil melaksanakan rehab DAS.  Dalam sambutannya Garibaldi Thohir selaku Presiden Direktur Adaro mengatakan bahwa perusahaannya melaksanakan kewajiban kegiatan rehabilitasi DAS di Desa Kiram dan Desa Abirau, Karang Intan, Banjar, Kalimantan Selatan yang merupakan Kawasan Konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam sejak 2016. Adaro melibatkan lebih dari 400 orang yg terdiri dari Dinas Kehutanan Kalsel, BPDAS HL Barito, Tahura Sultan Adam dan masyarakat sekitar.

Kemudian dalam sesi selanjutnya Siti Nurbaya Menteri LHK memberikan arahan kewajiban rehabilitas DAS bagi pemegang IPPKH menjadi sangat penting karena perbaikan lingkungan tidak mungkin dibebankan hanya kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah semata. Seluruh kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepenuhnya diorientasikan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap mengedepankan pada perlindungan dan perbaikan lingkungan.

Dalam paparan Menteri LHK sasaran program nasional rehabilitasi lahan kritis dan pemulihan lingkungan, antara lain: pemulihan DAS rawan bencana, perlindungan DTA waduk & sempadan, perlindungan dan peningkatan nilai estetis kawasan wisata, pemulihan ekosistem kawasan konservasi, reklamasi bekas tambang dan calon ibu kota negara.

Dengan tujuan jangka panjangnya adalah pengendalian bencana banjir/longsor; meningkatkan stok karbon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca; meningkatkan produktivitas lahan serta meningkatkan kesejateraan masyarakat.

Tidak kalah pentingnya sebelum penutupan ada sesi pemberian plakat dari Kementerian LHK sebagai apresiasi kepada SKK Migas, EMP Malacca Straits SA dan Adaro Indonesia, dilanjut dengan foto bersama.

Related Regular News: