Lubang Bekas Tambang Batu Bara Kembali Makan Korban, 2 Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2020/09/07/21091411/lubang-bekas-tambang-batu-bara-kembali-makan-korban-2-pelajar-smp-tewas?page=all

 

Dua pelajar SMP dilaporkan tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Desa Krayan Makmur, Blok 3B, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2020). Kedua korban berinisial MRS (14) dan MAP (14). Anggota Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Putu Budi menjelaskan awalnya kedua korban ini bersama empat rekannya hendak rekreasi di kolam bekas lubang tambang itu.

Keenam pelajar ini berangkat dari Tanah Grogot ke sekitar pukul 13.00 Wita menuju lokasi lubang tambang yang tak direklamasi tersebut. Mereka tiba di lokasi pukul 15.00 Wita. Orang setempat, kata Budi, menyebut kolam itu “danau biru” sebagai tempat rekreasi. Karena airnya terlihat biru. “Saat tiba kedua korban ini berenang hendak menarik rakit dari tengah danau menuju tepi,” ungkap Budi saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/9/2020). Karena kelelahan, kedua korban sempat dibantu oleh rekannya namun tak bisa tertolong hingga akhirnya keduanya tenggelam. “Mereka enggak pakai baju pelindung (pelampung). Saat dibantu rekannya mereka sempat tarik menarik, tapi enggak bisa tertolong,” tuturnya. Saat ke lokasi tim dari BPBD Paser mengevakuasi kedua korban dan sudah tak bernyawa. Jenazah dibawa ke rumah korban di Tanah Grogot. Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menyebut kedua korban tersebut merupakan korban ke-38 dan 39 yang meninggal di bekas lubang tambang di Kaltim. “Lubang tambang itu masuk konsesi PT SDH dengan luas konsesi sebesar 186,05 hektar yang berlokasi di desa tersebut,” ungkap Rupang saat dikonfirmasi terpisah.

Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan ini terbit pada 1 Juni 2011 dan berakhir pada 22 Maret 2016. Selama ditinggalkan perusahaan, menurut Rupang, warga setempat menjadikan sebagai “obyek wisata”. “Pemerintah harus bertanggungjawab karena rekomendasinya telah menyebabkan nyawa orang hilang,” tegas dia. Atas kejadian yang berulang terus menerus ini, Jatam mengecam ketidakpedulian pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang terkesan tak lamban memberi perlindungan terhadap bahaya lubang bekas tambang. “Ini alarm buruk bagi Pemerintah Provinsi Kaltim,” tegas dia. Rupang menambahkan saat ini ada ribuan lubang bekas tambang lain di Kaltim terus mengancam nyawa masyarakat Kaltim yang rata-rata usia anak. “Jika tidak ada langkah luar biasa. Maka ancaman itu akan terus ada. Perlu ada penegakan hukum secara tegas,” terang dia. Rupang mengaku ragu dengan kepemimpinan Gubernur Kaltim saat ini punya komitmen menyelesaikan masalah ini.

Baru tahu

Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Azwar Busra mengaku baru mengetahui kejadian tersebut. Karena itu pihaknya akan memastikan terdahulu duduk perkara kejadiannya. “Kami turunkan inspektur tambang dulu buat investigasi. Apakah lokasi itu masuk konsesi atau enggak. Kami pastikan dulu,” ungkap dia saat dihubungi terpisah.

Jika hasil investigasi ditemukan lubang tersebut masuk konsesi perusahaan tertentu, maka pihaknya akan memanggil perusahaan tersebut. “Setelah itu baru kita ambil langkah-langkah,”tutur dia. Azwar menambahkan pengawasan terhadap lubang tambang selama masih beroperasi jadi kewajiban perusahaan. Namun, pihaknya melalui inspektur tambang juga melakukan pengawasan secara periodik. “Kalau perusahaan sudah selesai operasi. Mereka akan laporan kegiatan pasca-tambang atau mine closure (penutupan lubang tambang) sebelum mereka serahkan ke kita. Seingat saya di situ perusahaan masih lakukan mine closure,” tutup dia.

Related Regular News: