Semua Karena China, Harga Batu Bara Bisa di Bawah US$ 50/ton

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200907094459-17-184796/semua-karena-china-harga-batu-bara-bisa-di-bawah-us--50-ton

 

Harga batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak yang aktif diperdagangkan kembali ambrol dan menyentuh level US$ 50/ton di akhir pekan lalu, Jumat (5/9/2020).

Harga batu bara terpangkas 1,47% ke US$ 50,4/ton. Namun semenjak harga batu bara menyentuh level tertingginya di US$ 52,75/ton pada Senin (31/8/2020), harga batu legam ini telah anjlok 4,45%.

Pelemahan harga batu bara tak terlepas dari permintaannya yang masih lesu. Terutama dari pasar Asia yang mendominasi konsumsi batu bara global. Pengetatan impor yang dilakukan oleh China dan India serta turunnya konsumsi batu bara Jepang membuat harga tertekan hebat.

Meski begitu, ada sedikit angin segar yang datang dari Negeri Ginseng. Korea Selatan melalui perusahaan utilitas pelat merahnya yaitu Komipo telah mengeluarkan tender pembelian 260 ribu ton batu bara termal dengan kalori 5,700 kcal/kg untuk dua pembangkit listriknya di Boryeong dan Shin Boryeong, melansir Argus Media.

Permintaan batu bara dari Korea Selatan diperkirakan akan meningkat seiring dengan datangnya musim dingin. Namun kenaikan ini kemungkinan tidak akan terlalu banyak. 

Ketersediaan nuklir yang lebih besar dan pembatasan pembangkit listrik tenaga batu bara selama Desember-Maret tetap membatasi faktor permintaan di Korea Selatan. Ketersediaan nuklir diperkirakan rata-rata 20,7 GW selama Desember-Maret, dibandingkan dengan output musim dingin 17,1 GW lalu.

Argus Media melaporkan, permintaan untuk batu bara dengan nilai kalori tinggi di kawasan Jepang kemungkinan besar akan lebih kuat, dengan adanya pemeliharaan fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang berpotensi menurunkan pasokan sebesar 1,7 GW pada tahun dari Desember-Maret.

Akibatnya pasokan di Jepang pun mulai mengetat, apalagi jika musim dingin mulai melanda. Kabar ini berpotensi membuat harga batu bara sedikit mendapat dukungan meski hanya dalam jangka pendek saja.

Related Regular News: