Jatuh Bangun Investasi Minerba

Jatuh Bangun Investasi Minerba

IDX Channel – 26 Agustus 2020

 

Sektor mineral dan batu bara (minerba) menghadapi tantangan yang cukup berat di tahun 2020. Realisasi investasi minerba di tahun 2020 ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Apalagi tekanan pasar dan harga komoditas batu bara berdampak pada kinerja dan rencana perusahaan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, pihaknya sedang berdiskusi dengan pemerintah agar mempertimbangkan pembayaran royalti dan DMO minerba.

Dalam kesempatan ini APBI menyampaikan bahwa dari sektor batu bara meminta diberikan beberapa relaksasi atau kebijakan untuk pembayaran royalti. APBI sendiri menilai bahwa jika ini di penuhi atau dipertimbangkan oleh pemerintah maka perusahaan bisa lebih mengatasi beban profitabilitas keuangan karena harga sangat jatuh dan perusahaan harus membayar HPB yang mana lebih tinggi dari harga jual.

Hendra Sinadia pun mengungkapkan, jika tidak ada insentif, industri ini akan mengalami alami kesulitan cash flow. Di sisi lain pemerintah memang perlu mempertimbangkan penerimaan negara namun perusahaan membutuhkan dukungan kebijakan agar bisa survive. Survival perusahaan ini dianggap yang paling penting sehingga komitmen pembangunan ke daerah bisa berjalan. Ini yang kita harapkan.

Menurut Hendra, respons pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum bisa mempertimbangkan apa yang diinginkan pengusaha khususnya pembayaran royalti. APBI pun berharap pemerintah bisa mempertimbangkan lagi. Kami tidak minta pengurangan tarif tetapi skema pembayarannya saja agar mengikut harga jual yang real.

Sementara untuk DMO, APBI tetap berkomitmen memasok ke dalam negeri, hanya saja ada sanksi yang dipertimbangkan lagi. Karena bagaimanapun dengan kondisi saat ini akan sangat sulit.

Pengamat Energi Satya Widya Yudha mengatakan, komitmen pemerintah terkait DMO batu bara dibutuhkan pelaku industri dalam kondisi seperti ini. Satya melihat tuntutan APBI yang diajukan masih pada koridor yang wajar karena masih dalam situasi yang sulit.

Related Regular News: