FGD Peluang Investasi Minerba Tahun 2020

FGD Peluang Investasi Minerba Tahun 2020

25 Agustus 2020 – Hotel Salak Bogor

 

Di tengah kondisi pasar mineral dan batubara yang sedang tidak menentu akibat pandemi Covid-19 ini, Direktorat Jendral Minerba tepatnya dibawah Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara mengundang beberapa peserta untuk menghadiri Focus Group Discussion ini, FGD (25/8) yang dipimpin oleh Samsia Gustina selaku Kasubdit Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral dan Batubara dan menghadirkan para narasumber yang berpengalaman, diantaranya ialah perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jendral Mineral dan Batubara, perwakilan Direktorat Deregulasi Penanaman Modal BKPM, dan perwakilan dari PricewaterhouseCoopers (PwC). Sedangkan APBI yang diwakili oleh Hendra Sinadia menghadiri FGD tersebut menjadi salah satu peserta.

 

Samsia Agustina menyampaikan bahwa concern dari pemerintah mengadakan FGD ini adalah melihat target yang dicanangkan Ditjen Minerba dengan keadaan realisasi masih dinilai memiliki gap yang sangat lumayan. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi aktifitas pembangunan smelter dan permintaan batubara, diproyeksinya capaian investasi minerba tahun 2020 sebesar 61%

Maka itu FGD ini pemerintah (Diten Minerba) mengharapkan mendapat insight dalam rangka menyiapkan insentif yang lebih menarik untuk mendukung hilirisasi minerba, menyeragamkan dan menyederhanakan jenis dan lama waktu perizinan di tingkat pusat dan daerah, dan menyiapkan wilayah pertambangan yang akan dilelang dengan besaran Kompensasi Data Informasi yang lebih menarik dan kompetitif.

PwC dalam paparanya diwakilkan oleh Dedy Lesamana selaku salah satu Direktur di PwC menyatakan bahwa Secara keseluruhan, kesepakatan besar (Mega Deal) untuk sektor pertambangan tidak diharapkan terjadi pada tahun 2020 karena kesulitan dalam melakukan transaksi di lingkungan Covid-19.

Prospek investasi di sektor batubara tidak terlalu menjanjikan karena tren harga batubara saat ini, hilangnya permintaan batubara akibat Covid-19, prospek jangka panjang harga batubara serta sentimen negatif terhadap batubara karena dampaknya terhadap lingkungan Hidup. Namun, mengingat kebutuhan batubara dalam negeri yang terus meningkat dan fakta bahwa batubara akan terus memainkan peran penting dalam Bauran Energi Indonesia di tahun-tahun mendatang, terdapat potensi peluang investasi di sektor batubara Indonesia. Dan peluang investasi di sektor hilir nikel dan / atau industri EV battery yang mengolah bijih nikel kadar rendah.

Meskipun sudah dituangkan dalam UU Minerba No. 3 Tahun 2020 yang memang diharapkan menjawab permasalahan investasi pertambangan di Indonesia. Namun beberapa penanggap menilai para investor menunggu aturan turunan untuk pelaksanaan (PP). Dengan telah terbitnya PP dari UU Minerba No. 3 Tahun 2020 diharapkan para Investor sudah bisa melihat peluang investasi mereka di pertambangan Indonesia sehingga dapat meningkatkan peran pertambangan dan pembangunan nasional antara lain melalui peningkatan eksplorasi, peningkatan produksi, peningkatan penerimaan negara, dan peningkatan nilai tambah minerba menuju industri berbasis sumber daya alam

Related Regular News: