Assessing China’s Coal Import Post Covid-19 Pandemic Webinar

Tiongkok selaku negara importir terbesar batubara termal Indonesia berhasil mengkontrol penyebaran virus Covid-19 dan tetap memberikan stimulus ekonomi dengan mulai membuka pasar industrinya. Konsumsi batubara di Tiongkok telah meningkat sebanyak 17% di kuartal ke 2 ini dibandingkan kuartal sebelumnya.

Bersamaan dengan itu, perusahan produsen batubara di Indonesia saat ini sedang mempersiapkan anggaran tahun depan sekaligus menilai peluang potensi dari Tiongkok sendiri. Hal ini dirasa penting dikarenakan harga batubara yang kerap mengalami tekanan, penurunan indeks, penuran permintaan, serta isu-isu seperti kebijakan impor kuota membuat kondisi pasar ekspor batubara termal Indonesia semakin melemah. Bahkan, harga batubara saat ini adalah yang terendah selama 10 tahun terakhir. Namun demikian, kualitas dan harga yang kompetitif, batubara Indonesia masih menjadi unggulan dan dibutuhkan di dunia khususnya Tiongkok yang mengimpor 60% batubara termal dari Indonesia.

Oleh karenanya, APBI Learning Center kembali menggelar Indonesian Coal Roundtable: Export Series Webinar yang berfokus pada pasar batubara Tiongkok (20/7). Dalam rangkaian Webinar tersebut, hadir perwakilan pemerintah di negara Tiongkok, H.E. Bpk. Djauhari Oratmangun selaku Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Republik Tiongkok dan Mongolia beserta jajarannya di KBRI Beijing. Selanjutnya, Pak Hendri Tamrin selaku Wakil Ketua Umum APBI-ICMA juga berkesampatan hadir untuk memberikan Sambutan Pembukaan.

Bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok, Duta Besar RI untuk Tiongkok menyampaikan bahwa “Ini adalah momentum, dan banyak yang sebenarnya sudah kami rencanakan namun karena pandemi menjadi tertunda. However, we can still celebrate in other ways, maybe through the increase quota for coal, why not?” ujar His Excellency.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini diramaikan oleh para panelis yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan overview dari perspektif masing-masing pihak. Pada kesempatan ini, hadir Prof. Su Chuanrong selaku Direktur Jendral dari China National Coal Association, Bpk. Jusnan Ruslan selaku Direktur Pemasaran dan Logistik dari PT. ITM, Bpk. Fry Kurniawan selaku Senior Trader dari Trafigura, dan Diyana Putri Alan dan Kiara Zhong selaku perwakilan dari IHS Markit.

Related Regular News: