Satu-satunya Wakil Indonesia, AS Akui Teknologi Pupuk Batu Bara Buatan Lokal hingga Beri Hak Paten

Sumber : https://cirebon.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-04579152/satu-satunya-wakil-indonesia-as-akui-teknologi-pupuk-batu-bara-buatan-lokal-hingga-beri-hak-paten

 

Pengusaha lokal, R Umar Hasan Saputra berhasil mewakili Indonesia di Amerika Serikat usai menciptakan teknologi pupuk berbahan dasar batu bara. Bahkan, ia memperoleh pengakuan dengan terbitnya hak paten dari United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 16 Juni 2020.

"Pengakuan itu merupakan capaian besar, mengingat teknologi produksi pupuk berbahan batu bara yang dikembangkan inventor bidang pertanian itu, adalah satu-satunya yang berhasil memperoleh hak paten di AS," demikian bunyi keterangan tertulis KJRI Chicago pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Adapun pemberian paten itu akan menguntungkan pupuk batu bara dengan merek dagang Glogens Organic Micro-Carbon Fertilizer, karena mereka dapat memasuki pasar industri pertanian di AS yang saat ini merupakan pasar terbesar di dunia.

Lebih dari itu, prestasi ini juga dapat membuka peluang investasi berupa pendirian pabrik dan memperlancar pemasaran produk pupuk tersebut di tingkat global.

Melansir dari Antara, Umar menjelaskan bahwa hak paten atas teknologi yang diraihnya memiliki beberapa keunggulan.

Pertama, pupuk yang bila di Indonesia bermerek dagang 'Futura' ini merupakan hasil dari bahan dasar batu bara berkalori rendah yang banyak terdapat di berbagai negara.

Lebih lanjut, pupuk itu bersifat organik dan ramah lingkungan karena dapat memperbaiki kondisi tanah. Bahkan, sistem produksi pupuk ini berlangsung lebih cepat dan rendah biaya, sehingga lebih ekonomis dibandingkan dengan pupuk kimia.

Dalam arti lain, produksi pupuk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dalam jumlah besar dalam rangka mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Selain itu, Umar juga menjelaskan bahwa pupuk hasil pengembangan selama 11 tahun tersebut telah melalui serangkaian uji coba dan telah digunakan oleh berbagai kelompok petani di dalam negeri.

Dari hasil uji coba itu, pupuk batu bara itu mampu meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan pada berbagai jenis tanaman pertanian.

Dalam jejaknya, pupuk batu bara itu telah dipatenkan di Indonesia sejak 2013. Sedangkan, proses paten di AS dimulai sejak Oktober 2016 hingga mendapat hak paten pada 2020.

Menindaklanjuti terbitnya hak paten itu, Perusahan PT Saputra Global Harvest yang dikelola Umar yang memiliki mitra bisnis Global Green Energy Solutions Corporation (GLOGENS) akan memproses pengajuan perizinan dan lisensi ke pihak otoritas terkait di AS, sebelum masuk ke tahap upaya pemasaran secara lebih luas.

Bahkan, GLOGENS juga diketahui telah menyiapkan lahan di California untuk uji coba pupuk batu bara bagi tanaman padi-padian dan sedang menyiapkan lahan tambahan di Indiana untuk jenis tanaman jagung.

Sedangkan, pihak Konsul Jenderal RI Chicago, Meri Binsar Simorangkir menyatakan KJRI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) bersama perwakilan RI di AS, akan memberikan sejumlah bantuan.

Bantuan itu mulai memberi fasilitasi proses pengajuan sertifikasi standardisasi ke lembaga terkait di AS, hingga akan mendukung upaya promosi dan pemasaran melalui kerja sama dengan pihak-pihak terkait di wilayah Midwest.

Terlebih, wilayah Midwest dikenal sebagai salah satu pusat produksi pertanian dan perkebunan utama di AS seperti kedelai, jagung, dan gandum. Artinya, Midwest akan menjadi salah satu kawasan yang sangat potensial untuk pemasaran pupuk Futura nantinya.

Sementara itu, tak hanya kerja sama dengan GLOGENS, PT Saputra Global Harvest juga telah menjalin kerja sama dengan Zimbabwe melalui penandatanganan perjanjian penyediaan lahan bagi uji coba penggunaan pupuk batu bara teknologi Umar di negara Afrika tersebut.

Dengan demikian, di masa depan, pupuk tersebut diharapkan juga akan memasuki pasar-pasar di benua lainnya seperti Eropa, Asia, dan Australia.

Related Regular News: