Strategi Adaro Energy Hadapi Pandemi

Sumber : https://investor.id/market-and-corporate/strategi-adaro-energy-hadapi-pandemi

 

Pengendalian biaya penambangan yang baik ditambah permintaan batu bara yang diperkirakan membaik akan menopang kinerja keuangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tahun ini. Perseroan juga didukung oleh terjaganya volume produksi batu bara di tengah pandemi Covid-19.

Analis Trimegah Sekuritas Richard Suherman mengungkapkan, rata-rata harga jual batu bara telah memasuki level terendah pada kuartal II tahun ini, sehingga peluang kenaikan harga jual lebih tinggi dibandingkan penurunan, untuk beberapa bulan mendatang.

Kenaikan juga didukung oleh peningkatan permintaan setelah lockdown akibat pandemic telah dibuka di sejumlah negara.

“Kami memperkirakan harga jual batubara akan berangsur-angsur pulih setelah pembukaan lockdown di sejumlah negara. Namun, kenaikan relatif terbatas dan membutuhkan waktu lama. Kenaikan harga jual juga didukung oleh penurunan suplai dari Tiongkok dan Indonesia,” tulis Richard dalam risetnya, baru-baru ini.

Terkait permintaan batu bara global, menurut dia, diperkirakan tetap rendah. Adaro Energy menargetkan produksi berkisar 54-58 juta ton tahun ini.

Sedangkan pendapatan perseroan diproyeksikan mencapai US$ 2,7 miliar tahun ini dan laba bersih sebesar US$ 280 juta. Meski kinerja operasional perseroanmenghadapi tantangan, Adaro Energy memiliki kekuatan yang didukung oleh neraca keuangan yang sehat dan pengendalian biaya yang berjalan baik.

Perseroan juga mencatat debt to equity sebesar 0,5 kali atau tergolong rendah. Interest rate coverage mencapai 10,9 kali. Perseroan juga membukukan kas internal yang besar mencapai US$ 1,6 miliar.

“Data tersebut menunjukkan bahwa perseroan memiliki ruang yang baik untukbertahan di tengah kondisi seperti sekarang. Perseroan juga didukung oleh faktor positif, yaitu pengendalian biaya yang baik di tengah harga jual batu bara yang rendah, seperti yang pernah dilakukan pada 2016,” ungkap Richard.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas menaikkan rekomendasi saham ADRO dari netral menjadi beli dengan target harga Rp 1.350. Target harga tersebut mencerminkan perkiraan PE tahun ini sekitar 7 kali. Target tersebut juga mengindikasikan rasio dividen perseroan yang besar dengan perkiraan dividend yield mencapai 6% tahun ini.

Target tersebut juga telah mempertimbangkan perkiraan laba bersih Adaro Energy sebesar US$ 280 juta tahun ini dan pendapatan sebesar US$ 3,45 miliar.

Trimegah Sekuritas memperkirakan penurunan produksi batu bara Adaro Energy menjadi 53,9 juta ton tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 57,7 juta. Proyeksi itu sejalan dengan penurunan stripping ratio perseroan dari 4,5 kali menjadi 4,4 kali.

Begitu juga dengan rata-rata harga jual diperkirakan turun dari US$ 57,7 per ton menjadi US$ 53,9 per ton.

Sebelumnya, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, ekspektasi terjaganya produksi batu bara Adaro Energy pada kisaran 54-58 juta ton di tengah pandemi Covid-19 menjadi faktor peredam penurunan kinerja keuangan tahun ini. Kinerja keuangan juga didukung oleh diversifikasi bisnis di luar segmen batu bara sebagai penguatan kinerja keuangan.

Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih Adaro Energy sebesar US$ 377 juta tahun ini dan pendapatan sebesar US$ 3,04 miliar.

“Pandemi Covid-19 membuat prospek harga jual batu bara tertekan hingga beberapa kuartal mendatang. Kami juga meyakini bahwa penurunan rata-rata harga minyak dunia juga ikut menekan harga jual batu bara,” tulis Stefanus dalamm risetnya.

Meski rata-rata harga jual batu bara cenderung turun selama pandemi, Adaro Energy diproyeksikan mampu untuk mempertahankan volume produksi sebanyak 54-58 juta ton tahun ini.

Volume produksi tersebut sejalan dengan target rasio pengupasan batu bara mencapai 4,3 kali dan perkiraan rata-rata harga jual batu bara New Castle sebesar US$ 70-75 per ton. Perseroan juga diperkirakan mampu untuk menekan biaya penambangan lebih lanjut dan EBITDA operasional kemungkinan tetap dijaga sebesar US$ 900 juta hingga US$ 1,2 miliar.

Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp 1.300.

Related Regular News: