Pemerintah Menjajaki Pasar Baru Komoditas Batubara Indonesia

Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/pemerintah-menjajaki-pasar-baru-komoditas-batubara-indonesia

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki pasar baru ekspor batubara Indonesia. Strategi ini demi menyiasati perdagangan batubara di pasar internasional yang cenderung menyusut akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Biasanya, produsen batubara Indonesia mengandalkan pasar China, India dan Korea Selatan dan Taiwan. Kali ini, pemerintah menjajaki pasar baru, antara lain ke Vietnam, Bangladesh dan Pakistan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan, ketiga negara tersebut merupakan negara berkembang yang potensial dan membutuhkan pasokan batubara cukup besar.

"Selain itu, Indonesia berupaya meningkatkan efisiensi rantai suplai batubara negara importir batubara serta melakukan direct contract atau direct shipping ke negara-negara importir," ungkap dia, Kamis (11/6).

Agung mengemukakan, realisasi ekspor batubara hingga Mei tahun ini mencapai 175,15 juta ton. Jumlah itu setara dengan US$ 7,77 miliar.

Estimasi volume ekspor batubara di sepanjang tahun ini mencapai 435 juta ton. Angka tersebut diperoleh dari realisasi produksi batubara yang hingga Mei 2020 mencapai 228 juta ton.

Sementara realisasi penggunaan batubara untuk kepentingan domestik atau domestic market obligation (DMO) mencapai 53,55 juta ton.

Menurut Agung, realisasi produksi batubara tersebut masih sesuai dengan target 2020. Pemerintah mengharapkan industri mampu memenuhi target produksi nasional pada tahun ini yang mencapai 550 juta ton.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo menilai, tidak mudah menggeser pasar batubara yang saat ini sudah bergantung kepada China, India, Taiwan dan Korsel.

Alasannya, kebutuhan tidak akan dapat digenjot dengan cepat dan dalam bauran energi negara tertuju tentunya sudah memiliki batasan penggunaan batubara.

Oleh sebab itu, Singgih berpandangan bahwa yang menjadi pekerjaan rumah Kementerian ESDM adalah bagaimana mendorong penggunaan batubara domestik di luar kebutuhan listrik (PLN).

Sebagai gambaran, porsi ekspor batubara Indonesia pada tahun lalu didominasi oleh China sebesar 33%, kemudian India 27%. Artinya, China dan India menyerap sekitar 60% total ekspor batubara Indonesia.

Sisanya terbagi ke pasar lain seperti Korea Selatan (7%), Filipina (6%), Malaysia (6%), Taiwan (5%) dan sejumlah negara lain.

Related Regular News: