Indo Tambangraya Terimbas Lockdown di Negeri Pembeli, Ini Rekomendasi Saham ITMG

Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/indo-tambangraya-terimbas-lockdown-di-negeri-pembeli-ini-rekomendasi-saham-itmg?page=all

 

Tahun ini kinerja keuangan perusahaan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diprediksi kembali tertekan. Penurunan harga batubara menjadi penyebabnya.

Menurut Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan, kinerja ITMG tertekan akibat terhambatnya ekspor. Hal ini disebabkan beberapa negara tujuan ekspor menutup diri (lockdown) guna menekan penyebaran virus corona.

Jika dibanding emiten batubara lainnya, kondisi fundamental Indo Tambangraya tidak terlalu mengkhawatirkan. "Hanya saja, tantangan ITMG adalah harga jual batubara yang terus menurun sehingga memberatkan biaya operasional," kata Meilki.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menambahkan, lockdown di China sebagai negara tujuan ekspor terbesar ITMG akan berdampak pada penurunan pendapatan.

Dari total 23,4 juta ton batubara yang diproduksi tahun 2019, ITMG mengekspor sebanyak 7,3 juta ton ke China. "Karena konsumsi China berkurang, tentu mengakibatkan penurunan pendapatan," kata Chris.

Adapun Meilki memprediksi pendapatan ITMG turun 6,2% menjadi US$ 1,6 miliar akibat lockdown. Hitungan Meilki, 25% ekspor ITMG menyasar pasar China, Hong Kong dan Korea Selatan yang terdampak pandemi korona.

Hal tersebut mengindikasikan kinerja emiten anggota indeks KOMPAS100 di tahun 2020 akan mengecewakan seperti yang terjadi di tahun 2019. Tahun lalu, ITMG membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,71 triliun atau turun 14,5% secara year on year (yoy).

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ITMG di 2019 juga turun dari sebelumnya Rp 261,9 miliar menjadi Rp 129,4 miliar (lihat tabel kinerja di halaman 2). Penurunan laba tersebut disebabkan terpangkasnya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) batubara sebesar 20,3% secara yoy menjadi US$ 64,7 per ton.

 

Rekomendasi saham ITMG

Analis PT Sinarmas Sekuritas Richard Suherman dalam risetnya per 6 Maret 2020 menyebutkan, realisasi penjualan batubara tahun 2019 meningkat menjadi 25,3 juta ton, dari tahun sebelumnya sebanyak 23,5 juta ton. Pada tahun ini, dia memperkirakan penjualan batubara ITMG akan turun menjadi 22,2 juta ton, dengan harga jual rata-rata di level US$ 61,2 per ton.

Di saat harga batubara yang belum stabil di pasar global, manajemen ITMG memiliki target produksi batubara tahun 2020 sebanyak 19 juta20 juta ton. Jumlah itu terhitung lebih rendah dari total produksi tahun 2019 yang mencapai 23,4 juta ton.

Adapun Analis Maybank Kim Eng Isnaputra Iskandar lewat risetnya per 25 Februari 2020 mencatat, meski telah melaksanakan pemangkasan target produksi, ITMG masih akan kembali menaikkan produksinya di semester II-2020. Isnaputra berpendapat, produksi ITMG tahun ini mencapai 22,5 juta ton.

Sementara Chris memperkirakan pendapatan bersih ITMG tahun ini turun 5%. Pasalnya, permintaan komoditas batubara oleh negara importir masih rendah seiring pandemi virus korona. Kini, ITMG tinggal berharap harga batubara kembali naik.

Meilki memproyeksikan rerata harga penjualan ITMG dapat menyentuh US$ 64,9 per ton. Meilki juga yakin, ITMG masih dapat melaksanakan efisiensi biaya operasional untuk menopang kinerja keuangannya.

Baik Isnaputra dan Meilki sama-sama merekomendasikan hold saham ITMG. Isnaputra mematok harga saham ITMG di Rp 10.200 dan Meiki di Rp 12.000. per saham.

Adapun Richard merekomendasikan neutral  untuk saham ITMG dengan target harga Rp 11.500 per saham. Senin (20/4) harga ITMG turun 2,60% di Rp 7.500 per saham.

Related Regular News: