Acara Webinar Terkait Outlook Batubara Thermal Oleh IHS dan APBI

Presentation Material of IHS Markit & APBI Webinar (16 Apr 20) : https://bit.ly/2VE9MuK

 

APBI bekerjasama dengan IHS Markit mengadakan Webinar terkait dampak dari pandemi Covid-19 terhadap pasar batubara global tahun ini (16/4). Pandangan dan perkiraan di beberapa regions di Asia Pasifik khususnya di India dan Tiongkok disampaikan oleh para expert dan trainers IHS Markit. Diskusi diikuti oleh para partisipan anggota APBI yang terdiri dari produsen batubara, perusahaan logistik, surveyor dan traders.

2020 dinilai sebagai tahun dengan penurunan terbesar untuk permintaan batubara thermal dalam sejarah. Hal ini diungkapkan oleh Dr. James Stevenson, selaku Global Coal Research and Analysis Director, pihaknya mengatakan hal ini salah satunya disebabkan oleh ports restriction akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di dua negara importir batubara terbesar yaitu Tiongkok dan India, yang diperkirakan akan mengalami penurunan impor sebesar 20 juta ton dibandingkan tahun 2019.

Namun, dampak Covid-19 ini terlalu signifikan di negara Southeast Asia lainnya. Di Indonesia sendiri lebih berdampak kepada beberapa produsen menurunkan kapasitas produksi. Di sisi lain, pihaknya menuturkan bahwa saat ini Jepang sedang merencanakan untuk menaikan impor batubara thermal. Serta di Vietnam diprediksi ada peningkatan demand, namun diperkirakan tidak akan terlalu signifikan.

Abishek Rakshit, Senior Research Analyst, Coal and Power – India, mengatakan beberapa produksi dari taipan batubara di India awalnya terpukul keras akibat dampak lockdown tersebut, namun baru-baru ini sudah kembali menguat dan kapasitas batubara yang sempat mengalami masalah juga sudah gradually membaik.

Namun demikian, lockdown masih dijadwalkan akan berlangsung sampai 3 Mei 2020, sementara produksi batubara dalam negeri sedang diatasi, masih banyak tantangan terkait pengangkutan batubara di pelabuhan itu sendiri dan pastinya akan berdampak pada output kedepannya.

Scott Dendy, Research and Analysis Executive Director, Coal – APAC menuturkan bahwa harga masih dibawah tekanan, market akan terkoreksi beberapa tender mengalami penurunan harga. Harga sampai saat ini sangat tertekan di sekitar 50$ - 60$ per ton nya.

Kiara Zhong Senior Research Analyst, Coal - China and Taiwan, menyampaikan isu terkini yang terjadi di Tiongkok yakni tahun ini total impor batubara Tiongkok sebesar 271 juta ton, angka ini sama seperti pada tahun 2017. Sedangkan tahun lalu impor batubara mencapai 299 juta ton, hal ini disebabkan adanya kebijakan kontrol impor batubara. Disamping itu, juga terjadi penurunan harga batubara domestik.

Related Regular News: