Analis sarankan hindari saham yang prospek dan ratingnya dipangkas oleh Moody's

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/analis-sarankan-hindari-saham-yang-prospek-dan-ratingnya-dipangkas-oleh-moodys

 

Lembaga pemeringkat Moody’s International Service memangkas peringkat PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Gajah Tungal Tbk (GJTL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Medco Energi International Tbk (MEDC) dan PT Pan Brothers Tbk (PBRX).

Prospek kelima emiten tersebut menjadi negatif di tengah kondisi pasar yang bergejolak saat ini.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas menilai prospek kelima saham tersebut memang masih akan tertekan. “yang paling lumayan pun Medco. Tetapi karena harga minyak yang turun sekarang ini dapat membuat kinerja Medco melemah,” jelas Chris kepada Kontan, Rabu (1/4).

 

Sebenarnya tahun lalu Medco memiliki kinerja yang apik. Sebagai gambaran, pada kuartal III-2019 Medco Energi berhasil membukukan laba bersih US$ 19,27 juta, padahal di periode yang saham tahun sebelumnya perusahaan migas ini mengalami kerugian bersih US$ 11,08 juta.

Kenaikan laba ini didorong oleh pendapatan yang naik 12,7% menjadi US$ 1,01 miliar. Kinerja yang apik tersebut sejalan dengan harga minyak  yang masih tinggi.

Berdasarkan catatan Kontan, harga minyak mentah berjangka di kuartal I-2020 ini telah turun cukup tajam. Per Rabu (1/4) harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Juni 2020 di ICE Futures turun menjadi US$ 25,33 per barel sementara West texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Mei 2020 di Nymex menjadi US$ 20,13 per barel.

Data tersebut mencerminkan minyak jenis WTI telah merosot 66,22% sepanjang kuartal satu dan minyak Brent telah merosot 58,88% sepanjang kuartal satu.

Lebih lanjut, Chris mengatakan prospek kelima emiten tersebut bisa membaik asalkan harga komoditas dan daya beli masyarakat naik. Mengingat kondisi saat ini, Chris menyarankan untuk sementara menghindari saham-saham yang peringkat dan prospeknya dipangkas oleh Moody’s.

Adapun, rating dan prospek Alam Sutera dan Gajah Tunggal dipangkas karena eksposure keduanya terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) cukup besar di tengah pelemahan Rupiah saat ini.

MEDC dan BUMI juga berkaitan dengan pelemahan harga komoditas, ditambah BUMI masih perlu menyelesaikan utangnya. Sementara PBRX dinilai tidak memiliki cukup dana untuk membayar utang karena terhambat kondisi pasar yang tengah bergejolak baik global maupun regional.

Related Regular News: