Toba Bara Kantongi Pendapatan Rp 8,6 Triliun

Sumber: https://investor.id/market-and-corporate/toba-bara-kantongi-pendapatan-rp-86-triliun

Emiten pertambangan batu bara, PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), membukukan pendapatan sebesar US$ 525,52 juta atau Rp 8,60 triliun pada 2019, meningkat 19,86% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 438,44 juta. Sepanjang tahun 2019, beban pokok pendapatan perseroan meningkat 38% menjadi US$ 433,82 juta dari periode sama tahun lalu (yoy) yang mencatatkan US$ 314,34 juta. Laba bruto perseroan hingga akhir tahun lalu tercatat sebesar US$ 91,69 juta.

Manajemen perseroan dalam laporan keuangan di Jakarta, Selasa (31/3/2020) menyatakan, laba operasi perseroan menurun 19,37% (yoy) menjadi US$ 82,51 juta, dibanding sebelumnya US$ 102,35 juta. Sedangkan laba sebelum beban pajak tercatat US$ 62,87 juta, terkoreksi 35,72% dari tahun 2018 yang sebesar US$ 97,28 juta. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan sebesar US$ 26,55 juta atau Rp 434,15 miliar pada 2019, menurun 29,72% dari periode sama tahun sebelumnya yang membukukan US$ 37,78 juta.  Total aset perseroan di 31 Desember 2019 sebesar US$ 634,64 juta, naik 26,45% (yoy) dengan total liabilitas US$ 370,50 juta (naik 29,42%). 

Sebelumnya, perseroan tahun 2020 ini akan fokus untuk membangun dan mengelola pembangkit listrik yang ditargetkan menjadi kontribusi terbesar sebagai pengganti bisnis batu bara.  Direktur Toba Bara Sejahtera Pandu Patria Sjahrir mengatakan, saat ini perseroan sedang fokus untuk menyelesaikan pembangunan proyek pembangkit listrik dua anak usahanya, yakni PT Minahasa Cahaya Lestari yang berlokasi di Minahasa, Sulawesi Utara dan PT Gorontalo Listrik Perdana yang berlokasi di Gorontalo, Sulawesi Utara yang diproyeksikan selesai pada 2020 dan 2021. “Tahun 2019 kontribusi dari pembangkit listrik kami memang masih kecil kurang lebih 25%. Tapi tahun 2020 begitu proyek kami sudah selesai dapat berkontribusi hingga 50%," ujarnya.  Pembangkit listrik PT Gorontalo Listrik Perdana memiliki nilai investasi sebesar US$ 244 juta dengan masa kontrak selama 25 tahun. Sedangkan PT Minahasa Cahaya Lestari memiliki nilai investasi sebesar US$ 209 juta dengan masa kontrak 20 tahun.  

Related Regular News: