Hingga Maret, Produksi Batu Bara Capai 134 Juta Ton

Sumber: https://investor.id/business/hingga-maret-produksi-batu-bara-capai-134-juta-ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan virus Covid-19 belum berpengaruh pada kegiatan operasi produksi pertambangan batu bara. Berdasarkan data ESDM hingga 30 Maret tercatat realisasi produksi batu bara mencapai 134,87 juta ton. Capaian itu sekitar 24,52% dari target produksi tahun ini yang mencapai 550 juta ton.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan produksi batu bara masih berjalan normal. Hanya saja kegiatan pertambangan mengikuti kaidah penanganan dan pencegahan Covid-19 sebagaimana surat edaran Dirjen Minerba. “Sampai saat ini tidak ada laporan dari perusahaan batu bara (PKP2B dan IUP batubara) terkait pengaruh wabah Covid-19 ke tingkat produksi batu bara,” kata Sujatmiko kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (30/3).

Dalam surat edaran Dirjen Minerba nomor 02.E/04/DJB/2020 yang ditandatangani pada 23 Maret kemarin itu menyebutkan beberapa langkah yang harus dilaksanakan antara lain meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan melakukan penilaian dan pengendalian risiko Covid-19 kepada setiap karyawan. Kemudian pembatasan kegiatan berkumpul dan penerapan social distance serta pemberlakuan physical distance yang aman pada kendaraan angkut karyawan. Langkah selanjutnya, membudayakan dan menyediakan sarana yang diperlukan untuk pola hidup bersih dan sehat pada setiap karyawan.

Sterilisasi dan pembersihan lingkungan kerja secara berkala. Melaksanakan sistem deteksi dini. Kemudian penyediaan sarana pelayanan kesehatan, ruang karantina, dan isolasi untuk perawatan karyawan yang terpapar atau dalam pemantauan. Langkah terakhir yakni menyusun dan menjalankan manajemen keadaaan darurat Covid-19 disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi perusahaan serta melaksanakan rapid test bila perlu. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyampaikan hal yang sama.

Asosiasi belum menerima laporan adanya dari anggota yang operasi tambangnya tutup akibat Covid-19. Namun dia menyebutkan pelaku tambang tetap mengantisipasi penyebaran virus dengan mengatur pola kerja. “Perusahaan tambang dikenal ketat menerapkan K3 keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan usaha,” terangnya. Target produksi batu bara sebesar 550 juta ton mayoritas berasal dari perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B). Tercatat porsi PKP2B mencapai 286 juta ton. Sementara produksi dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh pemda mencapai 210 juta ton. IUP BUMN sebesar 24 juta ton dan IUP penanaman modal asing 30 juta ton. (domestic market obligation/DMO).

Related Regular News: