Australia Lockdown, Harga Batu Bara Naik Lagi

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200330110850-17-148399/australia-lockdown-harga-batu-bara-naik-lagi

 

Harga batu bara termal Australia ditutup menguat pekan lalu. Sementara di saat yang sama, harga batu bara berkalori rendah Indonesia ditutup makin melemah di tengah pandemi.

Harga batu bara kontrak futures acuan Australia (ICE Newcastle 6.000 Kcal/Kg) menguat 2,14% pada Jumat (27/3/2020) pekan lalu. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah kasus di Australia yang membuat Perdana Menteri Scotts Morrison tak punya opsi selain membatasi mobilitas orang agar transmisi tidak terus merebak.

Data kompilasi John Hopkins University CSSE, menunjukkan jumlah kasus infeksi di Australia per hari ini mencapai angka 3.984, dengan total kematian mencapai 16 orang.

Jika kebijakan lockdown di Australia makin diperketat, maka tindakan ini akan mengganggu aktivitas pertambangan terutama pertambangan batu bara. Padahal Australia merupakan eksportir batu bara termal terbesar dan menjadi pemasok terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Di tengah peningkatan kasus COVID-19 di Australia, China justru mulai kembali beraktivitas dengan normal. Kota Wuhan yang diyakini sebagai pusat penyebaran virus kini sudah mulai dibuka. Transportasi publik mulai beroperasi dan area perbatasan mulai dibuka.

Namun setiap orang masih waspada. Hal ini tampak jelas terlihat dari orang-orang yang masih menggunakan masker ketika bepergian. Australia yang kena lockdown sementara ekonomi China yang mulai bersemi membuat harga batu bara termal naik.

Pasalnya ada kekhawatiran pasokan terganggu di tengah bersemi kembalinya ekonomi China sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia.

Di sisi lain, harga batu bara kontrak futures Indonesia (4.200 Kcal/Kg) justru makin melorot. Per Jumat (27/3/2020) pekan lalu, harga batu bara melemah 0,43% ke US$ 32,46/ton. Salah satu pemicunya adalah lockdown di India.

India banyak mengimpor batu bara dari Indonesia untuk kebutuhan pembangkit listrik mereka. Dengan adanya lockdown, permintaan akan listrik terutama untuk sektor industri akan turun.

Reuters melaporkan, India menggunakan 2,59 miliar unit listrik pada 27 Maret atau pada hari ketiga lockdown nasional. Angka ini jauh lebih rendah ~25% dibandingkan dengan konsumsi rata-rata selama tiga minggu pertama bulan Maret sebelum lockdown diberlakukan.


Konsumsi listrik di negara bagian Maharashtra dan Tamil Nadu untuk sektor manufaktur mobil mengalami penurunan penggunaan daya hingga 26%. Sementara negara bagian Gujarat di bagian barat mengalami penurunan 43% dibandingkan dengan rata-rata tiga minggu pertama.

Kedua faktor tersebut membuat harga batu bara termal berkalori tinggi mengalami kenaikan sementara harga batu bara berkalori rendah cenderung menurun.

Related Regular News: