Bisnis batubara Adaro Energy (ADRO) masih terjaga dari corona dan lockdown India

Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/bisnis-batubara-adaro-energy-adro-masih-terjaga-dari-corona-dan-lockdown-india

 

Efek pandemi Corona sudah menjalar kemana-mana. India, bahkan memilih untuk lockdown selama 21 hari sejak Selasa (24/3). Nahasnya, untuk Indonesia, India merupakan pasar ekspor batubara terbesar kedua setelah China.

Salah satu perusahaan batubara yang banyak mengekspor batubara ke India adalah PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). Pada tahun lalu, porsi ekspor batubara ADRO ke India mencapai 15% dari total volume penjualan batubara ADRO yang tercatat sebanyak 59,18 juta ton di sepanjang 2019.

Kendati begitu, Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira menyebut bahwa hingga saat ini efek Corona maupun lockdown di India, belum berdampak signifikan terharap kinerja operasional ADRO. Bahkan, katanya, pengiriman ekspor ke India pun masih sesuai jadwal.

"Saat ini belum ada dampak penundaan ekspor ke India, dan pengiriman masih berjalan sesuai dengan jadwal," ungkap Febriati kepada Kontan.co.id, Sabtu (28/3).

Hanya saja, ia menyebut bahwa ADRO tetap mencermati perkembangan terkini terkait dengan pandemi Corona ini. Meski tak memaparkan secara detail, tapi Febriati mengungkapkan, setiap unit bisnis ADRO telah menyiapkan manajemen krisis untuk mencegah atau memitigasi gangguan yang rentan terjadi.

Sehingga, ADRO pun belum berencana untuk mengubah target kinerja di tahun ini. "Setiap unit bisnis telah menyiapkan plan manajemen krisis dan kami telah mengambil langkah tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan," terangnya.

Dalam catatan Kontan.co.id, tahun ini Adaro akan menggelontorkan belanja modal sebesar US$ 300 juta – US$ 400 juta yang berasal dari kas internal. Capex ADRO tahun ini bakal digunakan untuk perawatan berkala (regular maintenance) dan juga pengembangan Adaro MetCoal.

Dari sisi kinerja operasional, tahun ini ADRO menargetkan produksi batubara mencapai 54 juta ton-58 juta ton. Sementara rasio nisbah kupas ditargetkan sebesar 4,30x.

Sementara realisasi produksi batubara ADRO tahun lalu mencapai 58,03 juta ton atau 7% lebih tinggi daripada realisasi produksi tahun 2018. Sayangnya, Febriati masih belum bisa memberikan gambaran berapa besaran volume batubara yang telah diproduksi ADRO hingga akhir Maret ini.

Related Regular News: