Tren Positif HBA Masih Berlanjut

Harga Batubara Acuan (HBA) Maret 2020 naik tipis dibanding bulan sebelumnya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok HBA Maret sebesar US$ 67,08 per ton. Angka itu naik tipis, 0,28% dibandingkan HBA Februari yang berada di angka US$ 66,89 per ton. 

HBA di awal tahun ini memang belum membara. Dalam catatan, HBA tahun 2020 dibuka dengan penurunan 0,55% secara bulanan, yakni sebesar US$ 65,93 per ton untuk HBA Januari. Pada Februari, HBA naik tipis 1,45% menjadi US$ 66,89 per ton.

Menyikapi trend kenaikan  HBA sejak Januari hingga Maret 2020 ini, masih terlalu dini utk menyebut adanya tanda positif akan menguatnya harga batubara di Semester-1. Hal ini disebabkan antara lain, indikator yg digunakan adalah trend HBA di Q-1 yg masih uncertain, dan kedepannya bisa saja ada faktor2 eksternal lainnya yg dpt mempengaruhi pergerakan harga.

Sebagai tambahan, HBA sulit utk dijadikan indikator referensi pergerakan harga di pasar mengingat bahwa HBA pada dasarnya adalah rerata indeks (4 indeks) dari bulan sebelumnya (misalnya, utk HBA Maret itu menggunakan rerata 4 indexes bulan Feb). Selain itu, di Februari lalu memang demand dari Tiongkok lumayan tinggi antara lain krn libur Chinese New Year yg diperpanjang dan blm stabilnya pasokan batubara domestik mereka karena industri tambang batubara jg pd saat itu belum beroperasi penuh.

Sementara demand dari negara2 lain belum kelihatan ada peningkatan sejauh ini.

HBA merupakan harga yang diperoleh rata-rata indeks bulanan Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya dengan porsi masing-masing 25 persen.

Baca Kepmen tentang HARGA MINERAL LOGAM ACUAN DAN HARGA BATUBARA ACUAN UNTUK BULAN MARET TAHUN 2020 : https://bit.ly/39ogCdg

Related Regular News: