ESDM Inginkan Fleksibilitas Penggunaan Kapal Batu Bara

Sumber : https://investor.id/business/esdm-inginkan-fleksibilitas-penggunaan-kapal-batu-bara

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menynatakan pihaknya memahami tantangan pelaku usaha batu bara terkait kebijakan penggunaan kapal nasional. Masukan dari kalangan pengusaha tersebut dikoordinasikan Kementerian ESDM dengan Kementerian Perdagangan. Hal ini lantaran kebijakan penggunaan kapal nasional merupakan regulasi Kementerian Perdagangan. “Sudah kami kirim surat (ke Kementerian Perdagangan),” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Jumat (21/2). Menteri ESDM Arifin Tasrif Arifin enggan membeberkan isi surat yang disampaikan tersebut. Dia hanya menegaskan inti surat itu agar kebijakan penggunaan kapal nasional tidak mengganggu kinerja operasi perusahaan. Pasalnya armada kapal merupakan penunjang utama distribusi batu bara. Bila distribusi terganggu maka berimbas pada operasi produksi perusahaan. “Supaya ada fleksibilitas,” terangnya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mendengar kabar mengenai surat Menteri ESDM kepada Menteri Perdagangan. Namun dia pun mengaku tidak tahu secara persis isi surat tersebut. “Intinya Menteri ESDM meminta pelaksanaan aturan ini tidak mengangu kelancaran ekspor batu bara,” ujarnya. Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia.

Kewajiban penggunaan kapal nasional yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82 Tahun 2017 tentang Penggunaan Asuransi dan Kapal Nasional Untuk Ekspor dan Impor Komoditas Ter tentu. Permendag 82/2017 yang telah diubah untuk kedua kalinya oleh Permendag 80/2018 yang antara lain mewajibkan penggunaan asuransi dan kapal nasional yang efektif akan berlaku 1 Mei 2020. Kewajiban tersebut yang pada awalnya akan diterapkan pada 2017 ditunda pemberlakuannya. Hal ini dikarenakan masih sangat terbatasnya kapasitas kapal nasional dalam mengangkut pengiriman batu bara yang umumnya perdagangannya menggunakan skema free-on-board (FoB) dimana importir wajib mengusahakan asuransi dan kapal. Di tengah persaingan perdagangan internasional sebagai dampak dari tensi perdagangan global saat ini, kebijakan penggunaan nasional dikhawatirkan dapat memicu reaksi dari negara-negara importir batu bara terhadap ekspor komoditas lainnya yang pada akhirnya akan merugikan ekspor nasional. Anggota APBI mengkhawatirkan beberapa importir batu bara mengalihkan pembeliannya ke sumber lain ditengah kondisi oversupply di pasar global.

Related Regular News: