Produksi Batubara tahun 2020 Bisa Melampaui Target Lagi

Sumber :  https://insight.kontan.co.id/news/catat-produksi-batubara-bisa-melampaui-target-lagi

KONTAN.CO.ID 13/2/2020 memberitakan bahwa produksi batubara nasional berpotensi kembali melampaui target pada tahun ini. Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan isyarat akan membuka peluang untuk menambah produksi batubara pada paruh kedua tahun ini.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan, pihaknya membuka opsi untuk merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode semester I 2020. Dengan begitu, produksi batubara nasional bisa meningkat dari target saat ini yang mencapai 550 juta ton.

Bambang berdalih, banyak faktor yang akan dipertimbangkan untuk menaikkan target produksi batubara, terutama pergerakan harga. Namun yang pasti, target produksi batubara saat ini memang sudah lebih tinggi dari asumsi Badan Anggaran (Banggar) DPR sebesar 530 juta ton dalam penetapan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minerba 2020.

"Kendati begitu, harga batubara belum menunjukkan tren penguatan, yang sekarang masih berada di kisaran US$ 66 per ton," ungkap dia, Selasa (11/2).

Bambang mengharapkan harga batubara bisa menguat di level US$ 71 per ton. "Harga terakhir sekitar US$ 66 per ton, semoga bisa naik sampai US$ 71. Namun produksi masih melebihi daripada 530 juta ton yang ditetapkan Banggar," terang Bambang.

Catatan KONTAN, harga batubara yang tercermin dalam harga batubara acuan (HBA) memang melemah. Rerata HBA pada 2018 masih sebesar US$ 98,96 per ton. Tahun lalu, rerata HBA anjlok ke angka US$ 77,89 per ton.

Tahun ini, HBA dibuka di angka US$ 65,93 per ton pada bulan Januari dan hanya naik tipis 1,45% menjadi US$ 66,89 per ton pada Februari 2020. Sejatinya, dalam dua tahun terakhir ini, realisasi produksi batubara nasional selalu meroket dari target.

Tahun 2018, saat itu target di RKAB ditetapkan sebesar 485 juta ton, namun realisasi produksi menanjak menjadi 557 juta ton. Tahun 2019, target awal di RKAB dipatok sebesar 489,12 juta ton. Namun realisasi produksi hingga akhir tahun lalu menanjak hingga menjadi 616 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hadis Surya Palapa menilai, rencana revisi RKAB produksi batubara nasional oleh pemerintah merupakan peluang yang baik bagi perusahaan. Sebab, rencana tersebut turut membuka peluang bagi pelaku industri batubara seperti PTBA untuk meningkatkan penjualan.

Namun PTBA akan tetap berhati-hati bilamana revisi RKAB produksi batubara oleh pemerintah benar-benar terwujud. Terlebih, harga batubara saat ini masih rawan koreksi. Faktor harga dan keseimbangan permintaan dan suplai akan menjadi dasar dalam membuat keputusan terkait penambahan produksi, jelas Hadis, Rabu (12/2).

Direktur Utama PT Alfa Energi Investama Tbk, Aris Munandar berpendapat, opsi revisi RKAB produksi batubara nasional di atas kertas bisa saja memberikan angin segar bagi industri batubara dalam negeri. Namun rencana ini harus dijalani dengan bijak dan konsisten.

Pasalnya, perusahaan tambang batubara tidak bisa tiba-tiba mengubah target produksi batubara tanpa mempertimbangkan berbagai aspek secara matang.

Apalagi, perusahaan tambang umumnya punya berbagai lini bisnis yang saling berkaitan. Bagi kami, Alfa Energi dengan cadangan batubara yang tak banyak, kami lebih mengutamakan konsistensi daripada mengejar keuntungan sesaat, kata Aris, kemarin.

Antisipasi permintaan dari China

Wabah virus corona berdampak luas yang dikhawatirkan memicu pergerakan harga di sejumlah komoditas energi dan tambang. Hanya saja, itu tampaknya belum berdampak signifikan terhadap komoditas mineral dan batubara (minerba) Indonesia.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum Singgih Widagdo berpendapat, dampak terhadap komoditas Indonesia belum tergambar jelas dan baru akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Yang pasti, wabah korona membuat industri di China lesu, sehingga kebutuhan energi pun anjlok.

Saat ini, China masih tertolong cadangan coal stockpile. Kini, pasokannya sudah menipis dan terdalam sejak tahun 2016.

"Potensi naiknya permintaan batubara dari China bisa menguntungkan, tapi harus antisipasi terkait kesiapan produksi dan angkutan kapal," kata dia, Selasa (11/2).

Ketua Indonesian Mining Institute, Irwandy Arif bilang, ketergantungan sektor tambang Indonesia terhadap pasar China sulit dilepas. "Sehingga pasokan (ekspor) tidak bisa dialihkan karena demand masih relatif sama untuk semua negara," tutur dia.

 

Related Regular News: