The 3rd Indonesia-Russia Working Group on Energy

Dalam rangka peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Rusia di bidang Energi, Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama  (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menggelar The 3rd Indonesia-Russia Working Group on Energy di Kementerian ESDM (5/2).

Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dari pihak Indonesia dan S.V Mochalnikov selaku Kepala Departemen Pertambangan Batubara dan Industri Gambut, Kementerian Energi Rusia.

Perwakilan dari Delegasi Indonesia (DELRI) yang hadir sekaligus memberikan paparan antara lain adalah pihak SKK Migas, PLN, Pertamina, Ditjen Minerba, Ditjen EBTKE, dan Kementerian Perdagangan. Dalam paparannya, M. Wafid berbagi kebijakan strategis untuk mineral dan batubara, serta informasi terkait kemajuan gasifikasi batubara pada saat ini serta roadmapnya sampai 2024. Pada intinya, nilai tambah batubara akan selalu diamanatkan oleh hukum di Indonesia selama teknologi yang ekonomis tersedia.

Adapun pembahasan terkait counter trade mechanism yang menjadi salah satu isu menarik dalam sesi diskusi ini. Dimana disampaikan oleh R.E. Pasaribu, perwakilan dari Kemendag, bahwa metode pembayaran komoditas ini terkenal untuk pengadaan pertahanan antara pemerintah dan pemerintah (G2G) dan sudah dilakukan juga selama ini dengan pemerintah Rusia menggunakan tipe “barter” dan “counter purchase”.

Beberapa paparan juga disampaikan oleh wakil-wakil perusahaan dari Rusia, terutama di sektor electro-energy yang menjadi fokus mereka saat ini. Salah satu perusahaan Rusia, Power Machines, mengajak pemerintah Indonesia untuk mendalami kerjasama untuk sektor nuklir dan pihaknya menyampaikan bahawa mereka siap untuk memberi pasokan peralatan penunjang dan datang ke Indonesia guna melakukan pengujian di site langsung.

Kedua pihak baik Indonesia maupun Rusia meringkas keadaan kerja sama saat ini di bidang energi, dan membahas prospek kerja sama yang lebih mendalam di bidang minyak dan gas, listrik, energi yang dapat diperbaharui, dan pembiayaannya. Selama plenary session ini berlangsung, one on one meeting antara pihak Indonesia dan Rusia juga terlaksana diruangan yang berbeda sceara berkala.

 

Related Regular News: