Rapat Pembahasan Kompensasi DMO Batubara 2020

Direktorat Jenderal Minerba Rabu (15/1) mengadakan pertemuan dengan produsen batubara terkait pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri. Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh M.Wafid selaku Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara memaparkan konsep baru dalam pemenuhan Domestic Market Obligation. Sebagaimana diketahui, sebelumnya dalam KepMen No.261K/30/MEM/2019 kewajiban pemenuhan batubara dalam negeri ditetapkan sebesar 25% dari produksi. Sementara untuk harga $70/Ton untuk pemenuhan kebutuhan listrik kembali dilanjutkan.

Namun ada yang berbeda dari sanksi terkait pemenuhan tersebut. Di tahun 2019 jika perusahaan tidak memenuhi DMO bisa melakukan transfer kuota. Jika transfer kuota tidak dipenuhi maka dilakukan pemotongan produksi. Aturan transfer kuota sendiri sudah tidak berlaku lagi.

Produsen yang tidak memenuhi DMO sebesar 25% akan dikenai biaya kompensasi. Biaya kompensasi ini dibagi berdasarkan kalori dengan kisaran 0,5/ton sampai dengan 1,5/ton yang nanti akan dilihat berdasarkan kalori nya. Namun dirasakan bagi beberapa perusahan yang memproduksi batubara berkalori rendah harga kompensasi 0.5 tetap tinggi. Selain itu tetap dilakukan pemotongan produksi. Masukan masukan lain dari produsen adalah spesifikasi batubara yang dibutuhkan PLTU sering kali tidak sesuai yang bisa menghambat produsen dalam pemenuhan DMO.

Sementara untuk reward bagi perusahaan yang sudah memenuhi kewajiban DMO sudah tidak ada lagi.

Usulan mengenai sanksi dalam pemenuhan DMO ini sendiri belum dituangkan dalam bentuk aturan. DJMB masih menerima masukan-masukan dari produsen dapt berupa surat yg berisi usulan usulan sebelum aturan ini berlaku

Related Regular News: