Focus Group Discussion on Coal oleh KBRI New Delhi (India)

India merupakan salah satu pasar besar batubara terbesar nomor dua bagia Indonesia, KBRI New Delhi mengadakan FGD on Coal (14/1). Acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk New Delhi (India). Acara ini dipimpin oleh Ibu Ina Krisnamurthi selaku Staff Ahli Bidang Dimplomasi Ekonomi, Kemenlu dan undangan yang diundang oleh KBRI sendiri mengundang Kementerian (Kementerian ESDM dan Perdagangan) dimana dari ESDM diwakili oleh Sujatmiko selaku Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, DJMB lalu dari Kementerian Perdagangan diwakili oleh Mery Mariyati sementara dari pelaku usaha (APBI dan KADIN) sementara perwakilan dari India sendiri yang diwakili oleh Enincon, perusahaan konsultan untuk pasar batubara India memaparkan prospek sekaligus tantangan terkait ekspor ke India. 

Secara keseluruhan India membutuhkan batubara dari Indonesia disamping dari kalori yang memang sangat cocok untuk kebutuhan di India dan lokasi yang strategis untuk pengapalannya. Tapi india pun kedepan memiliki rencana untuk pembatasan PLTU dan akan mencoba untuk meningkatkan PLTU nya menjadi UCS (Ultra Coal Supercritical) untuk mengurangi polusi udara.

Walaupun India memiliki kebutuhan yang besar dan salah satu importir terbesarnya adalah Indonesia, India pun harus patuh dengan aturan ekspor yang ada di Indonesia. Dari APBI yang diwakili oleh Nyoman Oka memaparkan apa saja yg menjadi tantangan kedepan seperti penggunaan kapal nasional dimana rata rata kapal yang dipakai untuk mengirim batubara Indonesia ke India ialah berjenis supramax dan hadymax dimana diketahui belum ada yang berbendera Indonesia sampai saat ini yang dikhawatirkan mengganggu ekspor batubara kita ke India.

Related Regular News: