INDONESIAN MINING AWARD 2019

Asosiasi Pertambangan Indonesia (API/IMA) kembali menyelenggarakan Indonesia Mining Awards 2019. Acara kali ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mendapat penghargaan karena telah mendukung Industri pertambangan dalam negeri.

Dalam sambutannya Ketua IMA Ido Hutabarat mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menciptakan iklim investasi yang baik di sektor pertambangan. “Dengan memberikan kepastian hukum untuk berjalannya industri pertambangan di Indonesia,” ujar Ido dalam acara Indonesian Mining Awards 2019 di Jakarta, Rabu (20/11).

Selain kepada Presiden Joko Widodo, penghargaan juga diberikan pada perusahaan tambang anggota IMA. Ada 12 perusahaan yang mendapat penghargaan untuk 12 kategori. Keduabelas kategori tersebut adalah Pembayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbaik, Pembayar PNBP terbesar, Pengelolaan lingkungan terbaik, Pengelolaan keselamatan pertambangan terbaik. 

Penghargaan  lainnya meliputi  Perusahaan dengan realisasi investasi terbaik berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), Belanja terbesar di dalam negeri terbaik, Pengguna produk dalam negeri terbaik, Perusahaan jasa pertambangan yang melakukan kaidah pertambangan terbaik. Selain itu juga  diberikan penghargaan  untuk kategori pelaksana pemberdayaan masyarakat terbaik, Penerapan konversi mineral ikutan terbaik, hilirisasi terintegrasi terbaik, dan penyuplai DMO batu bara dengan persentase tertinggi.

PT Timah Tbk., PT Freeport Indonesia dan PT Bukit Asam Tbk. berhasil meraih penghargaan untuk 6 kategori di IMA Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertambangan Indonesia (Indonesia Mining Assosication/IMA) yang merupakan asosiasi perusahaan tambang tertua di Indonesia sejak 1975.

TIMAH sukses meraih tiga penghargaan sekaligus yakni “Perusahaan Belanja Terbesar di Dalam Negeri Terbaik Perusahaan Mineral”, “Perusahaan dengan Penerapan Konsevasi Mineral Ikutan Terbaik”, dan “Perusahaan Tambang yang Melaksanakan Hilirisasi Terintergrasi Terbaik Perusahaan Mineral”.

Sedangkan PTFI mendapatkan dua penghargaan yakni “Perusahaan dengan Pembayaran PNBP Terbesar Perusahaan Mineral” serta “Perusahaan Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Terbaik Perusahaan Mineral”. Sementara Bukit Asam sukses mendapatkan penghargaan dalam hal “Perusahaan Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Terbaik BUMN”.

Anggota Holding Industri Pertambangan menjadi bagian dari Asosiasi Pertambangan Indonesia yang beranggotakan perusahaan pemegang Kontrak Karya (KK), pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), dan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah berkontribusi sebesar 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertambangan.

Anak usaha BUMI, PT Kaltim Prima Coal (KPC) meraih tiga penghargaan kategori perusahaan dengan Pembayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Terbesar, Perusahaan Batu Bara Pengelolaan Lingkungan Terbaik dan Belanja Terbesar di dalam Negeri Terbaik. Sedangkan  PT. Arutmin Indonesia meraih penghargaan  dalam kategori  Perusahaan Swasta Penyuplai Domestic Market Obligation batubara dengan Persentase Tertinggi.

Masing-masing kategori ada dua perusahaan yang mendapat penghargaan yakni dari pertambangan mineral dan pertambangan batubara.

 

 

Related Regular News: