Enggan Mengakuisisi Tambang Baru, Ini yang Dilakukan Emiten Tambang Batubara

Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/enggan-mengakuisisi-tambang-baru-ini-yang-dilakukan-emiten-tambang-batubara?page=1

KONTAN.CO.ID 22/11/2019 memberitakan bahwa harga batubara yang merosot 32% sepanjang tahun ini menahan selera perusahaan batubara menambah jumlah tambang.

Sebagian memilih efisiensi atau jika masih ada dana memilih diversifikasi ketimbang mengakuisisi tambang baru.

Salah satunya PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). "Dengan pertimbangan tahun 2020 masih menjadi tahun yang penuh tantangan bagi dunia usaha batubara, MBAP berkomitmen untuk tetap melakukan program efisiensi biaya operasional perusahaan," ujar Chandra Lautan, Sekretaris Perusahaan Mitrabara Adiperdana, Kamis (21/11).

Mitrabara saat ini memang mencari tambang batubara baru yang sesuai dengan spesifikasi. Namun, dia menegaskan, akuisisi ini tidak akan dilakukan pada 2019. Selain itu, Mitrabara tengah berupaya mengembangkan diversifikasi usaha dalam bidang energi.

PT Indika Energy Tbk (INDY) juga tidak bakal mengakuisisi tambang batubara pada tahun ini. Perusahaan ini fokus pada diversifikasi usaha non-batubara. Sebelumnya, dalam rencana bisnis perusahaan ini, diperkirakan, kontribusi segmen non batubara akan meningkat hingga 25% dalam lima tahun.

Beberapa bisnis non-batubara Indika antara lain tambang emas di Sulawesi Selatan, terminal penyimpanan bahan bakar di Kariangau, Kalimantan Timur, serta mendirikan perusahaan penyedia jasa konsultasi manajemen dan informasi, komunikasi dan teknologi dan jasa konsultasi fasilitas komputer, Indika Digital Teknologi (IDT).

"Untuk 2020, kami fokus pada efisiensi dan optimalisasi kinerja perusahaan, serta pengembangan proyek-proyek diversifikasi antara lain fuel storage dan tambang emas," kata Leonardus Herwindo, Head of Corporate Communication Indika.

Meski demikian, Indika  tidak mengesampingkan lini bisnis utamanya, yakni tambang batubara. Leonardus mengaku, saat ini Indika fokus pada pengembangan tambang yang ada di Kideco (Paser, Kalimantan Timur) dan MUTU (Barito, Kalimantan Tengah).

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) beralasan belum berencana mengakuisisi tambang batubara dalam waktu dekat ini lantaran masih memiliki cadangan batubara cukup banyak.

"BUMI memiliki hampir 3 miliar metrik ton (MT) cadangan batubara di tiga aset tambangnya. Tidak ada rencana untuk akuisisi tambang batubara lagi," ujar Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan memperkirakan, hingga 2020, harga jual rata-rata batubara sulit mengalami kenaikan.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga menambahkan, prospek batubara cukup suram jangka panjang, terkait dengan isu lingkungan.

Meski demikian, Hans menilai, ada beberapa saham emiten batubara yang masih menarik, misalnya PTBA dan ADRO. Pun begitu dengan Alfred yang menilai PTBA masih menjadi primadona, lantaran pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang cukup stabil.

 

Related Regular News: