Harga Batu Bara Masuk Formula Tarif Listrik Adjusment Pada Awal 2020

Sumber :  https://investor.id/business/harga-batu-bara-masuk-formula-tarif-listrik-adjusment

Investor.id  9 Oktober  2019 memberitakan bahwa  ementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan harga batubara akan dimasukkan ke dalam formula tarif adjusment (tarif penyesuaian) pada awal 2020 mendatang. Formula tarif ini berlaku bagi pelanggan listrik non subsidi. Tarif adjusment sebenarnya sudah diterapkan sejak awal 2015 silam.

Namun dalam dua tahun terakhir mekanisme tarif tersebut tak diberlakukan guna menjaga daya beli masyarakat. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan penerapan formula tarif adjusment teranyar bakal dituang dalam Peraturan Menteri ESDM.

Dia menyebut formula teranyar itu tertuang dalam revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh PT PLN (Persero). "Peraturan Menteri itu akan direvisi. Sekarang lagi diajukan," kata Rida di Jakarta, Rabu (9/10). Formula tarif adjusment saat ini berdasarkan harga minyak Indonesia (ICP), nilai tukar (Kurs), dan Inflasi. Penyesuaian tarif dilakukan per tiga bulan merujuk pada pergerakan ketiga indikator tersebut selama kurun tiga bulan terakhir.

Rida menuturkan harga batu bara yang dipakai merujuk pada harga batu bara khusus pembangkit listrik. Harga khusus itu yakni dipatok US$70/ton bila harga batu bara acuan (HBA) di atas US$70/ton. Namun bila HBA di bawah US$70/ton maka harga mengikuti HBA. Dikatakannya, harga batu bara dimasukkan ke dalam perhitungan tarif adjusment lantaran komposisi pembangkit listrik tenaga uap semakin meningkat hingga 50%. Sedangkan porsi pembangkit listrik tenaga diesel semakin menurun atau tersisa sekitar 5%. Meski pembangkit diesel menurun, Rida bilang ICP tetap masuk dalam formula pembentukan tarif adjusment.

Pasalnya harga gas mengikuti ICP tersebut. "Fluktuasi harga batu bara sudah dikaji, akan lebih bagus kalau dimasukkan (ke formula tarif adjusment)," ujarnya. Lebih lanjut Rida menegaskan tarif adjusment tidak berlaku bagi golongan pelanggan subsidi dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Dia mengungkapkan penerapan tarif adjustment mulai dirasakan pada triwulan pertama 2020. Namun dia belum bisa memperkirakan tarif bakal turun meski dalam beberapa bulan terakhir harga komoditas melemah. "Kami terus pantau pergerakan harga," ujarnya. 

 

Related Regular News: