PT Adaro Indonesia Gelar Konsultasi rencana induk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (RIPPM)

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/08/30/pt-adaro-indonesia-gelar-konsultasi-bersama-pemangku-kepentingan-terkait-ini

BANJARMASINPOST.CO.ID, 30 Agustus 2019 memberitakan bahwa  Konsultasi dengan pemangku kepentingan tentang rencana induk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (RIPPM) PT Adaro Indonesia tahun 2019-2022 wilayah operasional Kalimantan Selatan (Kalsel) digelar Jumat, (30/8) di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan ini dihadiri perwakilan dari pemerintah daerah, perwakilan kecamatan, dari kades ring satu dan lembaga sosial kemasyarakatan (LSM) dari empat kabupaten yakni Kabupaten Tabalong, Balangan, HSU dan Batola.

Pada kegiatan ini, berbagai usulan dari peserta yang hadir dijaring sebagai bentuk aspirasi untuk mendukung program RIPPM 2019-2022.

Kades Lamida Bawah, Kecamatan Paringin, Balangan, Yuliadi, mengusulkan setiap desa pada ring satu dapat beasiswa melalui dana CSR.

Pihaknya berharap ada siswa misalkan satu siswa yang berprestasi dibina sampai lulus perguruan tinggi untuk menjadi orang yang sukses seperti jadi jaksa atau polisi.

"Selanjutnya dia bisa mengabdi di daerahnya sendiri, bukan lagi dari luar daerah," harapnya.

Kabag Ekobang Balangan M Hasbi menuturkan, adanya bantuan untuk anak terlantar dan miskin bisa dibantu khususnya di desa-desa ring 1 karena keberadaan perusahaan tidak semua disenangi sehingga harus ada pendekatan khususnya masyarakat di ring satu.

Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kalsel, Gunawan Harjito, mengatakan, bahwa pemerintah diminta untuk membuat blue print, sementara dari pihak perusahaan diminta untuk membuat rencana induk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (RIPPM).

Pembuatan RIPPM dibuat berpedoman dengan blue print yang sudah dilaunching oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

"Dengan adanya rencana induk, dimulai dengan pemetaan sosial. Terkait dengan keperluan desa. Sehingga program-program terukur dan terencana. Tidak lagi bisa namun rencana yang jelas mana yang akan dilaksanakan oleh perusahaan," katanya.

Selain itu, dengan RIPPM ini diharapkan program-progam untuk mensejahterakan rakyat dari pihak perusahaan bisa berjalan dengan maksimal.

Leni Marlina, CSR Department Head PT Adaro Indonesia, mengatakan bahwa RIPPM merupakan konsep pengembangan kesejahteraan masyarakat untuk lima tahun ke depan dengan sasaran bidang ekonomi dan pendidikan.

"Konsep kita tentunya mengikuti pedoman blue print dan akan disesuaikan dengan masukan dan saran dari publik. Tidak hanya dari sisi Pemda tetapi juga dari masyarakat," katanya.

Dengan tujuan akhir yang bisa berkelanjutan dan masyarakat bisa lebih mandiri untuk ke depannya. Terkait dengan berbagai usulan dan saran yang ada saat kegiatan konsultasi, disebutkannya akan dipertimbangkan. Dijelaskannya bahwa dana CSR yang sudah disalurkan pada 2018 sebesar Rp 28 miliar yang disalurkan 100 persen.

Untuk 2019 total dana yang disalurkan juga Rp 28 miliar untuk enam kabupaten yakni Tabalong, Balangan, HSU, Batola, Barito Timur dan Barito Selatan.



 

 

Related Regular News: