Harga Batubara Masih Lesu Karena Efek Perang Dagang

Sumber :  https://insight.kontan.co.id/news/efek-perang-dagang-harga-batubara-masih-lesu

KONTAN.CO.ID 29 Agustus  2019 memberitakan bahwa Efek negatif perang dagang yang kembali berkobar membuat batubara masuk tren bearish. Bahkan kenaikan permintaan batubara dari kawasan Asia gagal mengangkat harga batubara.

Selasa (27/8), harga batubara kontrak pengiriman Oktober 2019 di ICE Futures melemah 0,84% menjadi US$ 65,20 per metrik ton. Ini juga menjadi rekor terburuk batubara selama 26 bulan terakhir.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, saat ini pergerakan harga batubara masih sangat bergantung pada permintaan yang cenderung masih lesu akibat perang dagang. Terlebih, perang dagang membuat perlambatan ekonomi di China kian terasa.

Padahal Negeri Tirai Bambu tersebut selama ini merupakan importir terbesar batubara. "Masih belum ada turning point teknikal maupun fundamental untuk harga batubara, ditambah lagi risiko resesi global kian dekat," kata Wahyu, kemarin.

Lebih lanjut Wahyu melihat, pemerintah China juga bakal melakukan intervensi agar harga batubara tidak terus merosot. "Terlepas dari itu, secara fundamental dalam jangka panjang jelas supply dan demand masih jadi penggerak batubara," ungkap dia.

Kecuali di Eropa, permintaan batubara di kawasan Asia sebenarnya masih cukup kuat. Salah satunya faktor adalah penambahan produksi listrik di kawasan Asia untuk mendorong kinerja sektor industri, sehingga mampu mendorong pertumbuhan batubara.

Bahkan, produsen dan eksportir batubara di seluruh dunia tengah berlomba memenuhi permintaan di India, China, Jepang dan juga Korea Selatan. Negara-negara tadi sedang gencar melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Lihat saja, bulan lalu, impor batubara India naik sekitar 12%. Selain itu, India dikabarkan siap merelaksasi aturan pengelolaan tambang batubara di negaranya.

Mengutip Bloomberg, pemerintah India bersedia membuka peluang bagi investor asing untuk mengelola tambang batubara di negara tersebut. Selama ini, India memang membatasi investasi asing di sektor tambang.

Melihat berbagai sentimen yang ada, Wahyu masih memperkirakan prospek harga batubara di jangka menengah berada dalam tren bearish dan bergerak di kisaran US$ 40–US$ 50 per metrik ton.

"Hingga akhir tahun level US$ 50 hingga US$ 70 metrik ton cukup bisa ditoleransi. Namun jika ada konsolidasi, harga bisa di US$ 60 per metrik ton," kata dia.

 

Related Regular News: