Beberapa Perusahaan Tambang Melewati Batas Waktu Divestasi

Sumber :  https://www.cnbcindonesia.com/news/20190827125755-4-95016/duh-4-dari-5-perusahaan-tambang-lewati-deadline-divestasi

CNBC Indonesia 27 Agustus  2019 memberitakan  bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menargetkan dilakukannya divestasi lima perusahaan tambang minerba di tahun ini.

"Iya, kelimanya ditargetkan divestasi tahun ini," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Berdasarkan data Kementerian ESDM dari 5 perusahaan tambang yang harus divestasi, 4 diantaranya sudah melewati tenggat waktu. Lebih lanjut, berikut adalah daftarnya;

1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Komoditas utamanya adalah nikel. Perusahaan memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 20%. Saat ini, struktur kepemilikan sahamnya yakni Vale Canada Limited sebesar 58,73% (PMA), Sumitomo Metal Mining Co Ltd 20,09% (PMA), Vale Japan 0,55% (PMA), Sumitomo Corporation 0,14% (PMA) dan publik 20,49%. Adapun, tenggat waktu penawaran yakni Oktober 2019.

2. PT Natarang Mining
Komoditas utamanya adalah emas. Kewajiban divestasi saham sebesar 22%. Saat ini, kepemilikan saham eksisting: saham mayoritas dimiliki oleh Natarang Offshore Pty. Ltd sebesar 85% (PMA) dan Perseorangan sebesar 15% (PMDN). Tenggat waktu penawaran sahamnya Juli 2019

3. PT Ensburry Kalteng Mining
Komoditas utamanya adalah emas. Kewajiban divestasi saham sebesar 44% dan kepemilikan saham eksisting: saham mayoritas dimiliki oleh Ensbury Kalteng Pte. Ltd sebesar 96% (PMA), Ensbury International Ltd. sebesar 4% (PMA). Tenggat waktu penawarannya Juli 2019.

4. PT Kasongan Bumi Kencana
Penghasil komoditas emas. Kewajiban divestasi saham sebesar 19%, dan kepemilikan saham eksisting terdiri dari 45% dimiliki oleh Pelsart Kasongan Pty. Ltd (PMA), 40% dimiliki Idaman Kasongan Pty (PMA), dan 15% oleh PT Wisma Budi Kerti (PMDN). Tenggat waktu penawaran Juli 2019.

5. PT Galuh Cempaka
Penghasil komoditas intan. Memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 31%, dan saat ini kepemilikan saham eksisting dimiliki oleh Ashton MMC Pte. Ltd sebesar 80% dan 20% oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Tenggat waktu penawarannya Juli 2019.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan, dari lima perusahaan tambang tersebut, hanya PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang kemungkinan akan tuntas rencana divestasinya di tahun ini.

"Kemungkinan Vale yang divestasi tahun ini, yang lainnya kecil-kecil kan agak susah," tutur Bambang di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin ;26/8/2019).

"Kalau yang lainnya tidak divestasi tahun ini, bisa dilanjutkan ke tahun berikutnya," pungkas Bambang.

Related Regular News: