Pertambangan Batubara di Riau Sumbang Negara Cukup Besar

Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/07/17/pertambangan-batubara-di-riau-sumbang-rp-120-miliar-bagi-negara-tiga-wilayah-ini-juga-punya-potensi

TRIBUNPEKANBARU.COM  17 Juli 2019  memberitakan  bahwa  hingga triwulan pertama, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi  Riau mencatat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan batubara sudah mencapai Rp 25 miliar.

"Untuk triwulan ke dua tahun 2019 ini sedang kami hitung," kata Kepala Bidang (Kabid) Minerba, Ridwan Daarmawan, Rabu (17/7/2019).

Ridwan mengungkapkan, pada tahun 2018 lalu, Provinsi Riau berhasil menyumbang sekitar Rp 120 miliar untuk PNBP dari sektor pertambangan batu bara.

Pertambangan batubara di Riau dihasilkan di tiga kabupaten, diantaranya adalah Kuansing, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

"Itu daerah penghasil, masih ada tiga daerah lagi yang punya potensi namun belum digarap.

Di antaranya ada di Kampar, Pelalawan dan Rohul," ujarnya.

Menurut keterangan Ridwan, batubara yang dihasilkan dari perut bumi di wilayah Riau kualitasnya masih dalam kategori kualitas sedang. Dengan kandungan kalori antara 5.100 sampai 6.100 kilo kalori. Sedangkan untuk batubara kualitas bagus, harus mengandung kalori diatas 6.100 kilo kalori.

"Hasil pertambangan batubara di Riau masuk kategori sedang dengan kandungan kalori antara 5100 sampai 6100 kilo kalori," sebutnya.

Sedangkan untuk produksi, berdasarkan data yang tercatat di Dinas ESDM pada tahun 2017 lalu total produksi batubara mencapai 1.309.434 metrik ton (MT), kemudian di tahun 2018 mencapai 1.712.061 metrik ton. Di tahun 2019 ini, ESDM menargetkan total produksi batubara di  Riau bisa mencapai 2,3 juta metrik ton.

Ridwan menjelaskan, PNBP yang disumbangkan dari tambang batubara dibagi rata ke seluruh daerah di Riau.

Rinciannya, dari 100 persen PNBP yang disetorkan ke pusat, yang dikembalikan ke daerah sebesar 80 persen. Sedangkan 20 persen menjadi jatah pusat.

Dari 80 persen yang diberikan ke daerah, akan dibagi lagi untuk daerah penghasil sebesar 32 persen.

Kemudian daerah bukan penghasil yang masih berada di dalam provinsi Riau mendapatkan jatah 32 persen yang dibagi rata ke semua daerah diluar daerah penghasil.

"Sisanya 12 persen itulah jatah Provinsi Riau. Jadi semuanya dapat jatah," katanya.

Related Regular News: