9th Liaison Officials’ Meeting CAMCFE

Acara 9th Liaison Officials’ Meeting di Jakarta di selenggarakan pada hari Jumat (12/07) di Hotel Shangri-La Jakarta. Pertemuan ini adalah bagian dari agenda persiapan sebelum CAMCFE (China-ASEAN Mining Cooperation Forum & Exhibition) yang dilaksanakan setiap tahunnya di kota Nanning, provinsi GuangXi Zhuang Tiongkok. Selain dari peserta inti yaitu liason official (wakil dari asosiasi pertambangan dan otoritas pertambangan) dari negara negara anggota ASEAN, pertemuan ini juga dihadiri Wakil dari Kementrian ESDM, asosiasi, dan lembaga di bidang pertambangan. Diantara wakil yang hadir dari asosiasi antara lain,  IMA (Indonesian Mining Association) dan PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia). Dari pemerintah Indonesia, hadir Samsiah Gustina Kasubdit Kerjasama Internasional Direktorat Bina Program Ditjen Minerba Kementerian ESDM yang menggantikan Muhammad Wafid Direktur Bina Program Ditjen Minerba yang berhalangan hadir. 

Sekretaris Jenderal CAMCF, Lu Jingyu, memberikan laporan proyek atas acara CAMCFE yang dilaksanakan tahun lalu dari segi teknis dan keterlibatan negara negara anggota ASEAN. Ia juga menyampaikan kemajuan kontstruksi dalam pelaksanaan Training Course of Mining Personnel Exchange & Training Center (CAMPETC ) yang ke-7 dan pengenalan atas teknologi pertambangan yang baru yang akan diluncurkan di acara CAMCFE tahun ini.  Ye Shaobo, selaku Kepala Bidang dari Technology and International Cooperation Division, GXDNR juga memberikan pengantar untuk acara CAMCFE yang bertepatan pada 10th Year Anniversary of CAMCF di bulan November 2019 serta CAMPETC Training Program mendatang. Acara itu akan difokuskan kepada tema, Green Mining Development.

Setelah itu, acara 9th Liaison Officials Meeting dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang dipimpin oleh Hendra Sinadia, selaku Moderator. Pada kesempatan ini, Djoko Widajatno selaku Direktur Eksekutif, Plh. dari IMA, menyampaikan masukannya terkait program pelatihan ke-8 yang akan datang. Menurutnya, perlu melibatkan professional tambang untuk berpartisipasi dalam program pelatihan yang selama ini lebih banyak untuk geologis. Usulan tersebut juga di dukung oleh Sekertaris Jenderal AFMA dari Malaysia, Muhammad Nor. Menurutnya perlu melibatkan sektor swasta dalam partisipasi pelatihan tersebut. Keterlibatan swasta juga akan berdampak positif untuk CAMCF. Hal ini bisa dimungkinkan jika kategori peserta diperluas , tidak hanya dari sektor pemerintahan saja.

Usulan ini kemudian direspon baik dan akan dipertimbangkan oleh pihak CAMCF dengan menyesuaikan kebutuhan dan masukan dari negara negara anggota ASEAN lain. Selain itu Aye Lwin, Wakil Presiden MFMA dari Myanmar juga menyampaikan pendapat dan sarannya untuk menerbitkan sebuah gelar setelah pelatihan ini selesai. Atas saran ini, mengingat waktu yang pendek dalam pelaksanakan pelatihan tersebut, CAMPETC tidak dapat memberikan gelar, namun bisa mengakomodirnya dengan sertifikat dan rekomendasi kepada institusi pertambangan pasti akan diberikan.

Sebelum acara ditutup, Lu Jingyu menyampaikan harapannya untuk membangun sistem komunikasi antar Sekretariat CAMCF dan negara negara anggota ASEAN, meningkatkan koordinasi dan kerjasama, dan mengundang para senior officials untuk menghadiri acara CAMCFE ke 10.

 

Related Regular News: